Zona Merah, Protokol Kesehatan Harus Ditingkatkan

  • Bagikan
rapat covid kabupaten pekalongan
Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi memimpin Rapat Penanganan Covid-19 dan Antisipasi Lonjakan yang Terpapar Covid-19 di Kabupaten Pekalongan di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (21/6/2021).

Terhitung mulai hari Jumat (18/6/2021) Kabupaten Pekalongan mamasuki zona merah Covid 19. Untuk itu Bupati Pekalongan meminta kepada jajaran terkait untuk melakukan langkah konkrit agar dapat menekan laju peningkatan covid 19 di Kota santri.

Demikian disampaikan Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi saat Rapat Penanganan Covid-19 dan Antisipasi Lonjakan yang Terpapar Covid-19 di Kabupaten Pekalongan di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (21/6/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakapolres Pekalongan Kompol I Ketut Tutut, Pabung Kapten INF. Nurhan, Kasi Pidum Juwari, Pj. Sekda Bambang Irianto, Asisten 1 Totok Budi Mulyanto, Kepala BPBD Kab. PKL  Budi Rahardjo, Perwakilan RSUD Kraton dr Eko wijiyanto,  Perwakilan RSUD Kajen dr Imam Prasetyo serta para kepala dinas Kabupaten Pekalongan

Bupati menjelaskan, situasi di Kabupaten Pekalongan sekarang membutuhkan penanganan maksimal lagi. Yang pertama kesadaraan masyarakat akan protokol kesehatan perlu ditingkat masyarakat lagi.

“jika perlu kita tutup tempat – tempat yang menimbulkan kerumunan, ASN yg terpapar covid akan diisolasi dirumah masing masing, dan PPM mikro harus ditingkatkan lagi. Serta apakah dipandang perlu dilakukan semi lockdown apa tidak,” paparnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro menyebutkan, Angka suspek saat ini 621 orang, yang dirawat 95 orang, kemudian 201meninggal. Pasien yang melakukan isolasi mandiri 316 orang, sembuh 3.040, pulang dan sehat 54 orang.

“Per tanggal 20 Juni 2021 dibawah Kabupaten Semarang atau diurutan 7. Adapun kecamatan yang terbanyak di wilayah Kabupaten Pekalongan yaitu kecamatan Kesesi,  Kajen, Tirto, dan Sragi,” paparnya

Sementara, Kapten Inf Nurkhan menjelaskan, ada beberapa faktor yangg mempengaruhi lonjakan Covid 19 diantaranya, kejenuhan mematuhi 5 M, adanya mobilisasi warga setempat keluar masuk kota,  Pedagang pasar tradisional tidak maksimal memakai masker, dampaknya pedagang yang masuk desa dan bisa menjadi kerawanan para konsumen.

“untuk itu, kita sudah melakukan operasi yustisi bersama PPKM mikro, beberapa kali di depan balai desa. Kita usul agar setiap orang yg masuk pasar  yg tidak memakai masker dikasih sangsi untuk beli masker, atau mereka disuruh pulang,” pintanya.

  • Bagikan