Warga Binaan Lapas Pekalongan Belajar Budidaya Bebek Dan Pepaya California

  • Bagikan
Lapas Kelas II A Pekalongan terus berinovasi dalam melakukan program pembinaan kemandirian WBP. Kali ini, inovasi yang tengah dikembangkan yakni budidaya bebek petelur, ayam dan Pepaya (Kates) California.

Kota Pekalongan – Dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lapas Kelas II A Pekalongan terus berinovasi dalam melakukan program pembinaan kemandirian WBP. Kali ini, inovasi yang tengah dikembangkan yakni budidaya bebek petelur, ayam dan Pepaya (Kates) California.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas II A Pekalongan, Hariyadi menyampaikan bahwa budidaya ini pertama kali dikembangkan pada Mei lalu. Program Pembinaan baik Kepribadian maupun Kemandirian yang terus diberikan sampai dengan saat ini, Warga Binaan yang ada terus diajarkan dan diarahkan untuk bisa inovatif.

Seperti halnya dalam menanam sayuran dan beternak ayam/bebek, Warga Binaan yang mengikuti program tersebut diajarkan dari masa pembibitan hingga panen. Untuk jenis sayuran yang dipilih adalah pepaya california.

“Bibit pepaya jenis california kami pilih karena relatif banyak peminatnya di pasaran. Sedangkan, budidaya bebek dipilih sebagai inovasi baru, mengingat sebelumnya di bidang peternakan juga telah melakukan budidaya ikan,”ungkap Hariyadi di Kantor Lapas kelas IIA Pekalongan.

Lanjutnya,bibit bebek dan ayam sejumlah 100 ekor bebek dan ayam berusia 1 bulan. Sementara bibit pepaya California sebanyak 75 bibit yang saat ini tengah dibudidayakan oleh warga binaan.

Terkait target panen, ditargetkan dua bulan ke depan sudah dapat dilakukan panen. Dimana hasilnya akan di jual dan akan dibagi untuk operasional pembelian bibit kembali, pemberian upah bagi warga binaan dan setoran Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) kepada negara.

Hariyadi berharap, peningkatan kemandirian kegiatan kerja tersebut bisa berjalan dengan lancar dan tidak terhambat oleh kondisi alam seperti banjir dan rob.

“Di bidang pertanian, kami menggunakan trik baru dengan dibuatkan undukan tanah agar tanaman tidak tenggelam apabila terkena banjir,”imbuhnya.

  • Bagikan