Viral! Pria Tertangkap Basah Diduga Paksa 2 ABG Onani di Batang

  • Bagikan

Batang, PekalonganBerita.com – Video yang memperlihatkan seorang pria digerebek warga karena diduga melakukan pelecehan seksual yakni memaksa dua remaja laki-laki onani viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di Batang, Jawa Tengah. Seperti apa kasusnya?

Dalam video yang diunggah di sebuah akun YouTube milik seorang warga Batang bernama Sonny, tampak sejumlah warga sedang menginterogasi seorang pria yang mengenakan kaus tanpa lengan berwarna merah.

Dalam video tersebut, pria berinisial F itu mengaku melakukan hal yang tidak senonoh dengan para korbannya anak laki-laki di bawah umur.

Bahkan dalam video tersebut, F menulis rincian dusun atau desa dan jumlah korbannya. F tampak menulis Ketumbar 9 (anak), Pelso 2, Sidayu 8, Bandar 8, Toso 2 dan Dlimas 4, dengan jumlah total 33 anak yang semuanya berada di wilayah Kecamatan Bandar, Batang.

Saat dimintai konfirmasi detikcom tentang videonya, Sonny, mengungkap F saat itu mengaku memaksa para korbannya untuk onani dengan janji diberi makanan.

Diwawancara terpisah, kadus setempat, Suroaeni, menceritakan peristiwa yang terjadi pada Senin (8/11) siang. Suroaeni mengungkap F diamankan warga saat tertangkap basah sedang bersama dua bocah laki-laki di sebuah gubuk hutan Kecamatan Pecalungan, Batang.

“Kejadiannya siang. Warga kami yang akan beristirahat di gubuk, mencurigai adanya seorang dewasa dan dua anak. Apalagi celana dari salah satu anak sudah diturunkan,” katanya saat dihubungi detikcom, Selasa (9/11/2021).

Warga kemudian membawa F bersama dua remaja laki-laki yang bersamanya ke sebuah warung. Warga menginterogasi F di warung tersebut.

“Di warung ini ia mengakui melakukan hal yang tidak normal. Dia sendiri tidak tahu bahwa apa yang dilakukannya membuat resah warga. Bahkan ia menulis desa mana dan anak berapa yang ia lakukan hal (pelecehan seksual) yang sama,” lanjutnya.

“Kalau dihitung-hitung ada 33 anak di beberapa desa di wilayah Kecamatan Bandar,” imbuh Suroaeni.

Hingga akhirnya beberapa waktu kemudian, polisi mendatangi lokasi kejadian. Polisi membawa F dan kedua remaja laki-laki itu ke Polsek Subah.

Kapolsek Subah, AKP Prisandi Tiar, membenarkan kejadian itu. Polisi mengamankan terduga pelaku dan dua remaja laki-laki yang jadi korban.

“Kami menerima laporan langsung ke lokasi. Mengamankan satu orang terduga pelaku dan dua anak terduga korbannya. Korban masih di bawah umur, masih dalam pendalaman. Saat ini proses lanjut ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polres Batang,” ujar Prisandi Tiar kepada detikcom hari ini.

“Kemarin sudah dibawa ke polres,” katanya.

Sementara itu, orang tua asuh F, yakni M, mengatakan F memiliki kelainan perilaku sejak kecil.

“Saya kira semua di Desa Sidayu, sudah memahami bahwa ia kurang normal dalam kehidupan sehari-hari. Betul-betul tidak normal, dalam hal perilaku. Saya ini tidak ada rekayasa,” ucap M.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Satreskrim Polres Batang belum merespons kontak dari detikcom. (Detik. Com)

  • Bagikan