Ujicoba PTM Tahap II, Kota Pekalongan Siapkan 19 SMP

  • Bagikan

Kota Pekalongan – Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah menengah yang ada di Kota Pekalongan kini telah memasuki tahap II. Pelaksanaan uji coba PTM tahap II tersebut berlangsung selama 2 minggu, terhitung mulai Senin, 26 April hingga 7 Mei 2021 mendatang.
Guna memastikan uji coba PTM ini berjalan lancar, Dinas Pendidikan Kota Pekalongan rutin secara berkala mengecek pengawasan protokol kesehatan di sekolah-sekolah yang menjadi kewenangannya, diantaranya pelaksanaan uji coba PTM Tahap II di SMP Negeri 3 Kota Pekalongan dan SMP Swasta Al-Irsyad Al-Islamiyyah Pekalongan, Senin(27/4/2021).

Kepala Bidang SMP pada Dindik Kota Pekalongan, Slamet Mulyadi,SST mengungkapkan bahwa sejauh ini dalam pelaksanaan uji coba PTM di Kota Pekalongan baik tahap I dan tahap II tidak ada kendala yang berarti dan berjalan lancar.

Menurutnya,pantauan secara berkala oleh tim nya ini untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan secara ketat yang ada di lingkungan sekolah yang telah diterapkan selama ini.

Di antaranya kesiapan sarana prasarana, sanitasi sekolah, keberadaan toilet, air bersih, sarana cuci tangan, sabun, wastafel, kran air, dan sebagainya. Selain itu,sekolah juga harus menyiapkan hand sanitizer, penyemprot desinfektan, ketersediaan thermogun, ruang isolasi, dan lainnya.

“Untuk saat ini yang sudah menggelar uji coba PTM di Kota Pekalongan di tingkat SMP ada kurang lebih 15 SMP negeri ditambah 4 SMP swasta yakni SMP Islam, SMP Al-Irsyad, SMP Salafiyah dan SMP Muhammadiyah Kota Pekalongan. Dari 17 SMP Negeri yang ada di Kota Pekalongan kemarin, memang ada 2 SMP yang kami tunda untuk menggelar uji coba PTM karena belum memenuhi syarat uji coba PTM yang nantinya akan diikutsertakan dalam PTM kloter selanjutnya,” terang Slamet.

Dari tinjauan tim Dindik,lanjut Slamet, penerapan protokol kesehatan di sekolah sudah sangat baik oleh warga sekolah baik kepala sekolah, guru-guru,peserta didik,dan telah didukung sarana dan prasana penunjang protokol kesehatan yang lengkap. Skema pembelajaran pun sudah disiapkan secara matang mulai dari kedatangan siswa, pembelajaran di dalam kelas, maupun saat jam pulang sekolah.

“Salah satunya di SMP Negeri 3 Kota Pekalongan ini sudah terkondisikan dengan sangat baik dan sudah sesuai protokol kesehatan. Sehari sebelumnya,kami juga telag memantau pelaksanaan PTM di SMP Negeri 5 dan SMP Negeri 6 yang baru masuk tahap perluasan uji coba PTM. Yang menjadi sedikit kendala adalah kehadiran siswa ini memang belum sepenuhnya optimal,mengingat saat ini masih dalam Bulan Puasa Ramadhan,namun Alhamdulillah pembelajaran berjalan berjalan seperti biasanya dengan pembatasan durasi jam. Mudah-mudahan pelaksanaan PTM ini bisa berjalan lancar terus dan tidak ada klaster penularan Covid-19 di lingkungan sekolah,”tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Kota Pekalongan, Runtut Wijiasih,SPd, saat ini SMP Negeri 3 Kota Pekalongan telah masuk tahap adanya perluasan PTM dimana sekolah dapat melakukan penambahan kelas dari semua hanya 3 kelas menjadi 4 kelas. Sehingga, dalam satu minggu ,murid kelas 7 dan kelas 8 bisa berangkat sekolah tatap muka sebanyak 3 kali dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat seperti sebelumnya.

“Pembelajaran tetap sama,anak mulai berangkat 07.30 8 dan pulang pada pukul 10.00 WIB (tidak menambah jam). Mulai minggu depan, uji coba PTM tahap II di sekolah kami ini kami fokuskan untuk semua kelas 7 agar mereka lebih intens mengenal guru-guru dan teman-temannya. Orangtua siswa pun mayoritas telah menyetujui agar anak-anaknya bisa PTM, sementara sisanya kami tetap fasilitasi pembelajaran via daring.

Alhamdulillah, penerapan protokol kesehatan pada anak didik pun sudah terkondisikan dengan baik, kami selalu ingatkan mereka agar tidak abai terhadap protokol kesehatan secara ketat supaya mereka tetap sehat,dan terbebas dari Covid-19,”paparnya.

Sementara itu, hal senada juga diungkapkan Wakil Kepala Sekolah SMP Al-Irsyad Al-Islamiyya Pekalongan, Najmudin menjelaskan dalam pelaksanaan uji coba PTM di lingkungan sekolahnya telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat mulai dari mewajibkan seluruh warga sekolah memakai masker, rutin mencuci tangan, tidak berkerumun, menjaga jarak aman, dan sebelum masuk ke kelas telah diterjunkan petugas untuk mengecek suhu tubuh dan pemakaian handsantizer.

Bagi peserta didik maupun warga sekolah lain yang kedapatan lupa membawa masker,dari pihak sekolah juga telah menyediakan masker untuk diberikan secara gratis.

“Saat ini kami sifatnya sudah masuk dalam tahap uji coba PTM, karena sesuai kebijakan dari Kepala Sekolah, pembelajaran daring kemarin banyak orangtua mengeluhkan materi-materi yang diserap murid kurang maksimal dan tidak tersampaikan dengan baik, anak-anak tidak membuat tugas sekolah, terlebih usai lebaran ini anak-anak sudah mulai mengikuti Penilaian Akhir Sekolah (PAS).

Alhamdulillah guru-guru kami juga sudah mendapatkan vaksin. Dalam pelaksanaan uji coba PTM ini,1 kelas diisi sekitar 20-25 orang anak dimana dimulai pada pukul 08.00-11.00 WIB yang terdiri dari 2 jam pelajaran kemudian istirahat 20 menit dan dilanjutkan 2 jam pelajaran. Setiap jam pelajaran hanya 40 menit durasinya,”pungkasnya.

  • Bagikan