Terjaring Razia Gabungan, Delapan PSK Kocar-Kacir

  • Whatsapp

KAJEN – Sebanyak 8 (delapan) pekerja seks komersial (PSK) diamankan dalam Operasi Gabungan yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Pekalongan, Polres Pekalongan dan Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan kemarin.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibum Tranmas) Satpol PP Kabupaten Pekalongan M Samsul Helmy mengatakan, delapan wanita ini diamankan karena telah mengganggu ketentraman masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Para PSK ini didapat dari beberapa lokasi titik atau tempat hiburan yang berbeda yaitu di Sragi dapat 2 (dua) orang, perbatasan Sragi Siwalan dapat 1 (satu) orang), Kebonsuwung empat (empat) orang dan 1 (satu) didapat dari kos-kosan Kebonsuwung karena tidak memiliki indentitas,” jelas dia.

Dikatakannya, hasil penjaringan berupa mengamankan 8 (delapan) PSK ini kemudian langsung dibawa ke kantor Satpol PP Kabupaten Pekalongan yang ada di Kecamatan Kajen untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

“Dalam pembinaan ini, kami juga meminta para PSK untuk menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya sebagai pekerja seks,” tuturnya.

Jika masih membandel, pihaknya akan menggandeng Dinas Sosial untuk melakukan rehabilitasi ke panti. “Berdasarkan catatan yang dimiliki, dari delapan PSK yang diamankan 6 (enam) orang diantaranya berasal dari Kabupaten Pekalongan sedang sisanya dari Pemalang dan Solo,” terang dia.


Untuk menjaga kondusivitas daerah, operasi serupa bakal kembali digelar utamanya dalam mencegah gangguan ketertiban dan menyebarnya penyakit seksual.

“Saya berharap, para perempuan yang terjaring operasi pekat ini tidak kembali melakukan hal serupa setelah mendapat pembinaan. Ke depannya operasi masih akan tetap dilakukan. Untuk yang terjaring operasi diharapkan tidak melakukan hal serupa,” tuturnya didampingi Kasi Ops Satpol PP Kabupaten Pekalongan, Gunarso .
Sementara itu, Kabid Penegakkan Perda Satpol PP Kabupaten Pekalongan Joko Murwinto mengatakan, pihaknya juga telah melakukan penertiban terhadap tempat hiburan seperti karaoke maupun kafe yang mengganggu dan tidak memiliki ijin.

“Alhamdulillah ada tempat hiburan karaoke yang dengan sadar sendirinya mau menutup sendiri tempat hiburan setelah kami melakukan pendekatan. Langkah ini kami lakukan setelah mendapatkan keluhan dari masyarakat,” ucapnya. (Pekalonganberita,com)

Pos terkait