Tangani Corona, Pemkab Terkendala Alat Pelindungan Diri

  • Whatsapp

KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengaku terkendala alat pelindung diri (APD) untuk menangani persoalan covid 19 atau virus corona di wilayahnya. Adanya hal tersebut, pemerintah membuka diri bagi siapapun yang ingin membantu tugas.

“Persoalan yang dihadapi Kabupaten Pekalongan saat ini adalah kelangkaan alat pelindung diri (APD). Saya memohon kepada siapapun jika mempunyai koleksi maka bersedia untuk berbagi, karena pemerintah membutuhkan untuk membantu masyarakat,” ucap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, dalam menangani persoalan covid 19 ini, Pemkab Pekalongan sudah dibantu oleh anggota DPR RI. Alat tersebut sudah dipakai di RSUD Kraton, namun jumlahnya terbatas karena RS Kajen maupun Puskesmas-puskesmas masih membutuhkan untuk kewaspadaan penanganan.

“APD ini hanya bisa dipakai selama 3 hari, dan yang dimiliki Pemkab di RSUD Kraton sudah dipakai 2 hari atau kurang 1 hari. Hand sanitaizer juga sudah berkurang. Namun untuk semprotan disinfektan diusahakan semua dapat,” ucapnya.
Dikatakannya, penanganan virus corona (covid 19) sudah berjalan dengan baik di Kabupaten Pekalongan. Saat ini sendiri terdapat 2 pasien yang diisolasi di RSUD Kraton dan merupakan warga Kabupaten Pemalang.

“Untuk jumlah orang dalam pengawasan (ODP) di Kabupaten Pekalongan sudah turun menjadi 26 orang. Pemkab memohon do’a dan dukungan warga masyarakat supaya Kabupaten Pekalongan tidak ada suspeck corona,” harap dia. (Pekalonganberita,com)

Pos terkait