Sudah Jenuh dan Terkesan Merepotkan, Orang Tua Berharap Pembelajaran Tatap Muka Diberlakukan

  • Bagikan

Setelah lama para siswa belajar lewat online atau daring akibat pandemi covid 19, para orang tua dan siswa mayoritas menghendaki pembelajaran tatap muka. Hal itu, dikarenakan kebanyakan pembelajaran daring dirasa menjenuhkan atau membosankan dan cenderung merepotkan orang tua maupun peserta didik.

Demikian disampaikan Kepala SMAN 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Sugeng.

SMAN 1 Kedungwuni merupakan salah satu sekolah di Kabupaten Pekalongan yang ditunjuk untuk mengadakan ujicoba pembelajaran tatap muka mulai 5 April mendatang.

Dikatakan Sugeng, sebelumnya, pihak sekolah mengadakan pertemuan dengan orang tua dan Komite Sekolah, hasilnya sebagian besar mengharapkan diadakannya pembelajaran tatap muka, dan ada sebagian yang menolak dengan alasan khawatir akan kesehatan anaknya.

“secara umum memang menghendaki diselenggarakan PTM, karena kejenuhan pada saat pembelajaran daring. Dari prosentase kehadiran saat daring saja pada kisaran 70 persen,” katanya, Selasa (30/3).

Disinggung mengenai kesiapan pembelajaran ujicoba tatap muka, dirinya menjelaskan, sudah berkoordinasi dengan berbagai instasi diantaranya Puskesmas, Kecamatan, Dinkes dan sudah mengirimkan surat ke Bupati selaku ketua gugus covid 19.

“kita juga sudah membentuk tim gugus covid tingkat sekolah, dan hari ini kita akan melakukan cheking sarpras, diantaranya menyiapkan hand sanitzer di setiap kelas, tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun serta sarana yang lain,” paparnya.

Pada pelaksanaanya, sesuai surat edaran, akan memakai sistem shif. Untuk kelas yang akan melakukan uji coba yakni kelas 10 yang berjumlah tiga kelas dengan jumlah peserta 108 siswa. Selain itu, juga akan dilakukan screerning jika ada anak yang melebihi suhu 37,3 derajat, maka tidak boleh masuk kelas dan akan diarahkan ke tempat yang disiapkan.

“pada saat siswa datang ke sekolah tidak ada ceremonial khusus, siswa masuk ke sekolah langsung dicek suhu, kemudian masuk kelas. Dan kelas sudah ditata sedemikian rupa, mereka akan mengikuti pembelajaran selama 4 jam, dengan setiap kelas berjumlah 18 siswa dari jumlah yang biasanya 36 siswa,” jelas Sugeng.

Meski melaksanakan, PTM, namun siswa juga akan ditambah dengan pembelajaran daring karena PTM hanya 4 jam. Selain itu, para guru sebagian besar sudah melaksanakan vaksinasi pada hari sebelumnya.

“pembelajaran akan kita lakukan dalam sistem blended atau campuran. Kesiapan kita saat ini sudah 90 persen. Dan insyaAllah kita siap melaksanakan ujicoba pembelajaran tatap muka,” pungkasnya.

  • Bagikan