Sri Winarni Terpilih Menjadi Ketua FPTI Kabupaten Pekalongan

  • Bagikan

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pekalongan menggelar Muyawarah Kabupaten (Muskab) di Aula Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Minggu (21/3). Dalam Muskab tersebut terpilih Sri Winarni sebagai Ketua FPTI Kabupaten Pekalongan periode 2021 sampai 2025.

Muskab tersebut dihadiri Ketua FPTI Jawa Tengah Abdul Hamid yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, Kepala Bidang Pembinaan Koni Kabupaten Pekalongan Sarjono, Bidang Organisasi Ghozali Arba, Ketua Bidang Humas Koni Fiki Porniadi, Ketua FPTI Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro, serta para atlet dan pelatih panjat tebing se Kabupaten Pekalongan.

Dalam kesempatan tersebut Ketua FPTI Jawa Tengah Abdul Hamid mengingatkan, bahwa dalam kondisi pandemi seperti saat ini masyarakat khususnya para atlet harus bisa menjaga kesehatan.

“kesehatan merupakan panglima, untuk itu saya harap para atlet untuk selalu menjaga kesehatan di era pandemi seperti sekarang ini,” katanya.

Menurutnya, kepengurusan FPTI Kabupaten Pekalongan sudah baik, terbukti sarana-prasaran sudah cukup baik dan panjat tebing masih eksis di Kabupaten Pekalongan serta punya kemandirian yang luar biasa.

“untuk itu saya harap pada empat tahun mendatang harus lebih baik tugas pengurus memfasilitasi atlet agar bisa berlatih dengan baik, tentunya didalamnya juga menyediakan sarpras,” ujarnya.

“Pembinaan olahraga tidak hanya menjadi kewajiban pelaku, tetapi merupakan tanggung jawab Pemkab, orang tua dan atlet itu sendiri,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Binpres Koni Kabupaten Pekalongan Sarjono mengatakan, untuk meningkatkan prestasi di bidang olahraga, Koni Kabupaten Pekalongan mengharuskan adanya standarisasi pelatih.

“kita harapkan semua pelatih cabang olahraga mempuntai sertifikat pelatih, termasuk FPTI, sehingga mereka tahu bagaimana caranya melatih dan atlet bisa berprestasi,” paparnya.

Terkait aspirasi dari pengurus FPTI Kabupaten Pekalongan yang belum mempunyai sirkuit panjat dinding yang representatif, Sarjono menambahkan, untuk masalah sarana dan prasarana sebenarnya merupakan kewenangan Pemerintah Daerah, namun mereka juga punya keterbatasan.

“Panjat tebing belum menjadi cabang yang familiar di Kabupaten Pekalongan sehingga belum bisa kita masukkan untuk mengikuti Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab). Untuk Porkab sendiri nantinya diikuti 16 dari 37 cabang olahraga yang mempunyai atlet di 10 Kecamatan dari 19 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.

  • Bagikan