Snapshots: Kondisi Banjir Rob di Kota Pekalongan

Kota Pekalongan – Banjir rob juga merendam sejumlah daerah di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Daerah paling terdampak parah di permukiman warga di Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat.

Banjir rob ini menggenangi permukiman di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara yakni di Degayu, Panjang Wetan, Panjang Baru dan Kandang Panjang. Sedangkan di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat, terjadi di permukiman Pasirsari dan Tirto.

 

Tak hanya permukiman dan ruas jalan yang tergenang, gelombang tinggi yang melimpas ke sungai-sungai membuat tanggul sepanjang 13 meter di Sungai Widuri Tirto jebol. Dari prakiraan BMKG puncak gelombang pasang terjadi Senin (23/5) pukul 16.00 WIB.

 

Salah satu daerah yang terdampak banjir rob terparah di Kelurahan Tirto. Ketinggian air bahkan mencapai setinggi dada orang dewasa. Salah seorang warga mengatakan air meninggi hanya dalam waktu sekitar setengah jam.

 

Akibat banjir rob ini, warga di Kelurahan Tirto akhirnya mengungsi di empat titik pengungsian. Yakni di aula Kelurahan Tirto 97 jiwa, masjid 55 jiwa, TPQ39 jiwa, dan kantor kecamatan 19 jiwa.

 

Wali Kota Pekalongan Ahmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan banjir kali ini merupakan yang terparah.

 

“Ini banjir rob terparah dan terbesar dari pantauan kita. Lokasi terparah di Meduri (Tirto), karena ada tanggul yang jebol tadi,” kata Aap, sapaan akrab Ahmad Afzan Arslan Djunaid, usai mengunjungi Pos Pengungsian di Aula Kelurahan Tirto, Senin (23/5/2022).

 

Aap sapaannya, mengaku telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, BPBD dan warga untuk mempersiapkan tanggul darurat. Hal tersebut akan segera dilakukan mengingat, potensi rob masih akan terjadi pada Selasa (24/5).

 

Detikcom