Siapkan Siswa Di Dunia Kerja, SMK Islam 45 Wiradesa Gelar Sosialisasi Budaya Industri

  • Bagikan

Sebagai salah satu upaya dalam menyiapkan siswa-siswi agar siap terjun dalam dunia kerja, SMK Islam 45 Wiradesa Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Kegiatan Sosialasi Budaya Industri.

Kegiatan ynag dilaksanakan di sekolah setempat tersebut berlangsung selama dua hari yakni Sabtu-Minggu 27-28 Maret 2020 dengan menghadirkan para pemateri dari dunia Industri dan dunia usaha. Dan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Islam 45 Wiradesa, Rio Riski Pandawa mengatakan, kegiatan sosisalisasi budaya industri menyasar kelas 10, 11, dan 12 yang dibagi dalam tiga kelas berbeda.

“tujuannya agar mereka punya gambaran nanti setelah lulus baik di dunia industri maupun usaha. Dan apa-apa saja yang perlu disiapkan saat akan memasuki dunia kerja. Kita undang narasumber dari dunia industri dan usaha langsung, agar anak-anak lebih tertarik,” paparnya.

Dirinya berharap, dengan sosialisasi ini para siswa dapat lebih siap ketika nanti terjun di dunia usaha maupun industri dengan berbekal pengetahuan dari kegiatan ini.

“kedepan kegiatan serupa akan dirutinkan lagi, karena sangat bermanfaat bagi siswa, apalagi saat pandemi seperti saat ini yang menerapkan pembelajaran daring,” jelas Rio.

Di SMK 45 Wiradesa sendiri, lanjutnya, ada tiga jurusan diantaranya jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Teknik Komputer dan Jaringan serta Teknik dan Bisnis Sepeda Motor.

“dari tiga jurusan itu banyak alumni yang terserap di dunia industri dan banyak pula yang memilih untuk berwirausaha dan melanjutkan kuliah,” terangnya.

Ahmad Farisi Kristiono, salah satu siswa mengaku senang diberi sosialisasi tentag dunia industri dan usaha. Menurutnya hal itu bisa menjadi pengetahuan dirinya selepas lulus nanti.

“dengan tahu tentang dunia industri dan usaha kita jadi tidak bingung dan lebih siap, apalagi kita sebagai siswa SMK memang disiapkan untuk itu,” ujarnya.

Sementara itu salah satu Pemateri, Ahmad Masroni menuturkan, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) membutuhkan kerjasama dengan dunia usaha dan industri. Hal ini dikarenakan SMK adalah lembaga pendidikan kejuruan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan siswa memasuki lapangan kerja dan mengembangkan sikap professional dalam bidang tertentu.

“dengan dipertemukannya para siswa dengan pelaku industri dan usaha, menjadikan mereka punya gambaran, sehingga nantinya mereka bisa memilih apakah akan masuk dalam industri atau memilih usaha. Yang terpenting mereka punya pengetahuan dan tidak binggung saat lulus nanti,” tuturnya.

  • Bagikan