Sepuluh PDP di Kabupaten Pekalongan Tercatat Meninggal Dunia

KAJEN – Sebanyak sekitar 10 (sepuluh) orang pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Pekalongan tercatat meninggal dunia.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro mengatakan, meski sudah menjalani tes swab namun, rata-rata belum diambil hasil tesnya yang sudah meninggal.

“PDP ini banyak yang dikirim atau dirujuk dari Jakarta ke daerah dengan kondisi umum pasien sudah jelek,” katanya.

Dikatakannya, para pasien ini kebanyakan sudah pernah dirawat di RS Jakarta yang notabene merupakan zona merah dengan tingkat penyebaran covid19 cukup tinggi di wilayah Indonesia, yang kemudian malah dirujuk penanganan ke rumah sakit daerah.

“Untuk mendapatkan hasil swab sendiri, membutuhkan waktu sekitar 1 minggu nan. Cukup lama, karena antrean di laboratorium rujukan, di Jogya atau Salatiga. Selain itu belum semua laboratorium mampu untuk pengecekan covid,” paparnya. (Pekalonganberita, com)