Sapi Perah jadi Fokus Prioritas Vaksinasi

KAJEN – Dalam program vaksinasi hewan ternak yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, sapi perah menjadi hewan prioritas yang akan dilakukan vaksinasi. Dimana program vaksinasi hewan ternak tersebut diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan dalam rangka mencegah penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan penyakit menular lainnya pada hewan ternak yang saat ini masih marak dan menjadi issue nasional.

 

Dikatakan Kepala bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Drh.Arif Rahman bahwa program vaksinasi hewan ternak ini akan difokuskan pada sapi perah dan dilanjutkan oleh sapi bibit. Sedangkan untuk sapi potong dan lainnya akan menyusul setelah semua sapi perah dan bibit selesai dilakukan vaksinasi.

 

‘’Kita memang focus pertama adalah di sapi perah, tetapi memang persyaratannya untuk vaksiansi harus sehat dan tidak untuk dijual atau dipotong di Hari Raya Idul Adha ya. Karena percuma kita sudah vaksin kemudian dijual di Idul Adha ya. Kita prioritas lakukan vaksinasi pada sapi yang dipelihara dan sapi pembibitan, kemudian nanti baru sapi potong,’’ kata Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Drh.Arif Rahman.

 

Arif melanjutkan, bahwa untuk program vaksinasi hewan ternak sendiri sudah berjalan selama empat hari, dengan jumlah total vaksin tersedia ada 2.002 dosis vaksin, dan telah teraplikasi sejumlah 854 dosis vaksin.

 

‘’Saat ini sudah kita aplikasikan 854 dosis yang tersebar di Kecamatan Paninggaran, Kandangserang, Lebakbarang, dan daerah-daerah bawah seperti Kecamatan Tirto, Wiradesa, Bojong dan Kesesi juga,’’ ujarnya.

 

Sementara itu, dijelaskan oleh Arif, bahwa untuk pelaksanaan vaksinasi hewan di Kabupaten Pekalongan ini masih tergolong standar selama empat hari, yaitu dengan capaian vaksinasi sekitar 200 ekor sapi per hari.

 

‘’ Ini menurut saya kecepatannya standar ya, karena kondisi geografis ternak-ternak kita yang posisinya ada di daerah-daerah tinggi ada yang di hutan dan sawah itu kan menyulitkan petugas untuk mengakses ke kandangnya,’’ jelas Arif.

 

Jadi, yang menjadi kendala dalam pelaksanaan program vaksinasi hewan ternak di Kabupaten Pekalongan saat ini menrut Arif adalah keberadaan hewan ternak yang tersebar di berbagai kecamatan dengan kondsi geografis yang berbeda-beda.

 

‘’Untuk kendala yang berarti ya hanya itu sulitnya medan untuk mengakses ke kandang ternak yang membuat capaian vaksinasi tidak maksimal, karena memang posisi ternak-ternak kita menyebar dengan lokasi geografis yang jauh-jauh. Jadi tergantung lokasinya mudah diakses atau tidak disini yang menjadi penentu keberhasilan program vaksinasi hewan,’’ pungkasnya. (Red)