Ratusan Warga Pegaden Wonopringgo Unjuk Rasa di Kantor Bupati

  • Bagikan

KAJEN – Sebanyak ratusan warga Desa Pegaden Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan melakukan demo dengan membawa spanduk, kentongan dan pengeras suara di depan Kantor Bupati Pekalongan.

Mereka menuntut ketegasan Pemkab menutup usaha cucian jeans karena limbahnya di buang sembarangan ke sungai, Jumat (11/10/2019).

Salah satu warga Pegaden, Zamrudin mengatakan, pasca warga melakukan demo beberapa waktu yang lalu, sampai sekarang para pengusaha masih membuang limbah secara sembarangan.

“Saluran yang dulu kami tutup ada yang dibongkar, ada yang meluber dan ada pengusaha yang membuat saluran baru,” katanya.

Untuk itu, lanjut Zamrudin, warga meminta sikap dari pemkab dalam hal ini Bupati Pekalongan untuk memperhatikan nasib warga yang terdampak.

“Warga sudah merasakan dampak limbah sudah dua puluh tahun, kami menuntut agar ada ketegasan dari Pemkab,” terangnya.

Sebelumnya, warga telah melaporkan pencemaran limbah tersebut ke kantor polisi sebagi bentuk keseriusan warga yang sudah jengah dengan limbah yang dialirkan sembarangan ke sungai.

“Ada tujuh pengusaha jeans ditempat kami, hanya ada satu yang berijin tapi semuanya mengalirkan limbah ke sungai secara sembarangan,” paparnya.

Menurut Zamrudin, dirinya beserta perwakilan warga sempat beraudiensi dengan pihak pemkab dengan ditemui Asisiten 2, Wakapolres, Satpol PP dan Dinas perijinan namun belum ada hasil dan masyarakat mengaku kecewa karena tidak bertemu bupati secara langsung.

“Kami akan melakukan demo sampai sore, apalagi nanti siang, pak bupati akan bertemu dengan pengusaha jeans,” katanya.

  • Bagikan