Puluhan Tahun Tercemar Limbah, Ribuan Warga Pegaden Tutup Saluran Limbah

  • Bagikan

WONOPRINGGO – Warga Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan sudah tidak lagi mentolerir lagi limbah hasil cucian jeans yang sudah puluhan tahun dibuang secara sembarangan oleh pengusaha jeans wash ke sungai yang mengalir di desa setempat.

Akibatnya, ribuan warga berbondong-bondong melakukan aksi demo dan menutup saluran limbah yang dialirkan ke sungai.

Kepala desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo, Khaeriyah mengatakan, ada sekitar 2700 lebih warga di 7 RT yang terdampak limbah cucian Jeans.

“bau menyengat dan sumur warga tercemar akibat limbah yang dibuang sembarangan,” katanya, Kamis (19/9/2019).

Demo ini, kata Khaeriyah merupakan kesepakatan bersama semua warga yang meminta pengusaha untuk tidak mengalirkan limbahnya ke sungai.

“ini terjadi setiap tahun, demo ini agar pengusaha bisa lebih peduli dan warga tidak resah dengan limbah,” tuturnya.

Menurutnya, ada 6 pengusaha jeans wash yang beroperasi di Desa Pegaden Tengah yang kesemuanya belum berijin. “sebelumnya kita sudah beri teguran agar pengusaha mengumpulkan KTP dan surat ijin usaha dan lingkungan, akan tetapi sampai saat ini pengusaha seperti menyepelekan, makanya warga sepakat untuk menutup saluran air limbah ke sungai,” jelasnya.

Kabid Pedal Dinas Perkim dan LH Kabupaten Pekalongan Pratomo yang hadir dalam aksi massa tersebut menuturkan, pada prinsipnya warga tidak menghalangi usaha, namun menutup saluran limbah yang dialirkan ke sungai.

“limbah tidak dilarang untuk dialirkan ke sungai, akan tetapi dalam pembuangan harus diolah supaya sesuai baku mutu air limbah yang diperbolehkan untuk dibuang,” katanya.

Atas kejadian tersebut, dirinya menyarankan agar pengusaha mengolah limbah sebelum dibuang kesungai dengan membuat IPAl yang benar.

“sebelumnya kita dengan tokoh masyarakat sudah melakukan pantauan ke berbagai tempat jeans wash, IPAL tidak berfungsi sebagaimana mestinya bahkan hanya berfungsi sebagai bak tampungan limbah saja,” terangnya.

“Dinas Perkim LH juga punya penyedotan air limbah yang bisa digunakan sementara bagi pengusaha yang belum punya IPAL,” jelasnya.

Sementara salah seorang pengelola jeans wash, Endang mengatakan, bahwa dirinya menerima penutupan saluran limbah oleh warga karena merupakan kesepakatan bersama sebelumnya.

“kita nanti akan ngurus surat ijinnya, sementara akan minta bantuan Dump Truck milik Dinas Perkim LH untuk membuang limbah ke IPAL milik pemkab,” terangnya.

  • Bagikan