Polres Pekalongan Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian Mobil dengan Modus Pecah Kaca

Polres Pekalongan Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian Mobil dengan Modus Pecah Kaca

Kajen – Polisi dari Polres Pekalongan, Polda Jateng, telah berhasil menangkap pelaku pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (05/06) di lobi Mapolres Pekalongan, Kapolres AKBP Wahyu Rohadi, S.I.K., M.H mengungkapkan bahwa kejadian terjadi di tempat parkir kantor Kecamatan Wiradesa di Jl. Ahmad Yani No. 141, Wiradesa Kabupaten Pekalongan pada Rabu (07/04).

Bacaan Lainnya

“Ada sebuah mobil terparkir di sana, kemudian didatangi oleh dua orang yang menggunakan sepeda motor. Salah satunya turun, memecahkan kaca mobil, dan mengambil sebuah tas yang berisi satu unit handphone merk iPhone,” ujar Kapolres.

Tas tersebut tidak hanya berisi handphone, tetapi juga mengandung uang sekitar Rp. 400.000. Korban sendiri merupakan tamu di kantor Kecamatan Wiradesa.

Selanjutnya, Kapolres Pekalongan mengungkapkan bahwa pelaku terdiri dari 2 orang dengan inisial SP (43) warga Kandangpanjang Kota Pekalongan dan U (40) warga Desa Galurung Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan.

“Satu dari dua pelaku berhasil kami amankan, yakni SP. Dia bertindak sebagai eksekutor yang memecahkan kaca, sementara satu pelaku lainnya masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” ungkapnya.

Unit Reskrim Polsek Wiradesa dan Tim Resmob Polres Pekalongan melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku (SP) di jalan Dukuh Tengah Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes.

“SP sehari-harinya bekerja sebagai kernet bus jurusan Jakarta,” kata Kapolres.

AKBP Wahyu menjelaskan bahwa barang bukti yang berhasil diamankan hanya satu unit handphone merk iPhone dan satu alat pemecah kaca. “Tas menurut keterangan pelaku telah dibuang dan ditenggelamkan di sungai,” tambah AKBP Wahyu.

Selain itu, berdasarkan pengembangan dari pelaku, terdapat tiga Tempat Kejadian Perkara (TKP) lainnya di Tirto, Pekuncen, dan Kauman. “Modus operandi yang digunakan sama yaitu pecah kaca,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 363 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *