PERINGATI HARI DISABILITAS INTERNASIONAL, DIFABEL BERHARAP DIBERI PELUANG BERKARYA

  • Bagikan

KAJEN, PekalonganBerita.com – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengayomi , melindungi dan memberikan hak yang sama kepada seluruh warga masyarakat kabupaten Pekalongan khususnya untuk para penyandang disabilitas. Pemerintah juga akan selalu mendukung program –program dari disabilitas. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH saat hadir dalam acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) DPC Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Pekalongan yang dipusatkan di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Pekalongan, pada Minggu (19/12) siang.

Selain mengucapkan selamat memperingati HDI kepada para difabel dan menyemangati agar mereka tidak berkecil hati, Riswadi juga mengapresiasi seni yang disuguhkan oleh para difabel pada acara tersebut. “ Kepada Bapak/ibu yang hadir, yang secara fisik mungkin tidak sama dengan yang lain, jangan merasa kecil hati karena apapun secara batiniah, bapak/ ibu sama. Tadi juga memberikan kreasi, ternyata tidak kalah dengan orang-orang yang mempunyai postur tubuh yang normal. Bahkan bisa menyuguhkan seni dangdut, tari dan yang lain, “ puji Riswadi.

Riswadi menyampaikan pemerintah daerah telah mengeluarkan program bagi penyandang disabilitas, salah satunya adalah pencatatan data disabilitas. “Yang belum punya e-ktp, program kami di Dukcapil adalah jemput bola. Jemput bola ini dalam rangka mendata jumlah disabilitas di kabupaten Pekalongan. Ternyata datanya lebih dari 5000. Maka jika ini tidak terdata, otomatis mereka tidak memperoleh hak-hak yang lain. Karena sekarang apapun, semisal untuk menghitung angka kemiskinan, pengangguran, bantuan social seperti BLT, BST, semua by data, “ terangnya.

Melalui program jemput bola untuk pembuatan e-ktp tersebut, Riswadi berharap para penyandang diasabilitas memperoleh hak yang sama dari sisi data. Sementara dari sisi yang lain, lanjutnya, pihaknya telah menginstruksikan ke Dinas sosial agar serigit mungkin dalam mendata serta membntu apa yang di butuhkan para difabel.

Lebih lanjut Riswadi menyarankan PPDI untuk selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah. “Yang penting kunci keberhasilan bekerja adalah komunikasi dan koordinasi. Mari kita junjung tinggi dan jangan putus asa, selalu berkarya dan berkoordinasilah dengan Pemkab, “pungkas Riswadi.

Sementara itu Ketua DPC PPDI Kabupaten Pekalongan, Dirham, dalam momentum peringatan HDI kali ini berharap hak-hak disabilitas sebagai warga negara lebih dihargai dan dihormati, serta diberi peluang untuk berkarya. “Dengan terbitnya Perda nomor 2 tahun 2020 tentang pemenuhan hak penyandang disabilitas, kami berharap hak disabilitas sebagai warga negara lebih dihargai dan dihormati. Sungguh kami sangat menyayangkan kalau masih ada diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.Kami ingin menjadi subjek, bukan objek,” ungkap Dirham

Dirham menambahkan, meskipun beberapa undang-undang telah mengakomodir hak-hak difabel namun masih ada beberapa peraturanyang diskriminatif dan memperlemah posisi difabel untuk mendapatkan keadilan. “Oleh karena itu kami mengharap peran serta Pemda untuk mengimplementasikan hal tersebut,” pintanya.

Pada kesempatan peringatan HDI dengan tema ‘ Kepemimpinan dan Partisipasi Penyandang Disabilitas Menuju Tatanan Dunia yang Inklusif, Aksesible dan Berkelanjutan Pasca Covid-19’ kali ini dilakukan juga penyerahan bantuan berupa sembako dan alat bantu disabilitas.

  • Bagikan