Perbaiki Rusunawa, Pemkab Pekalongan Bakal Alokasikan 600 Juta

  • Whatsapp
Melihat kondisi rumah susun yang perlu dilakukan perbaikan, pemerintah daerah berencana akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 600 juta.

KAJEN – Melihat kondisi rumah susun yang perlu dilakukan perbaikan, pemerintah daerah berencana akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 600 juta.

“Saya melihat kondisi rusunawa ini yang dibangun 10 tahun yang lalu. Kondisinya rusak dan kurang bagus. Insya Allah tahun 2021 kita anggarkan 600 juta untuk perbaikan rusunawa, “ ucap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat di Rusunawa Kedungwuni.

Bacaan Lainnya

Bupati mengatakan karena rusun merupakan aset milik pemerintah maka harus dikelola dan ditata dengan baik, apalagi ada paguyuban pengelola. Hal yang terpenting utamanya adalah kebersihannya. Selain dijaga kebersihannya, bupati juga meminta dijaga keamanannya serta antar warga hendaknya hidup rukun.

Melihat kondisi rumah susun yang perlu dilakukan perbaikan, pemerintah daerah berencana akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 600 juta.

Dijelaskan bupati PDAM sekarang sudah beda, pelayanannya makin baik. Jumlah tanggungan rumah tangganya kita tingkatkan. Jika sebelumnya hanya 16 ribu orang, sekarang naik 20 ribu orang. Yang dilayani PDAM. Selanjutnya dikatakan pula warga rusunawa mendapat paket sembako dari PDAM. “Karena ini dalam rangka ulang tahun Perumda yang ke-2, yang paling penting bisa memberikan pelayanan baik kepada masyarakat. PDAM Tirta Kajen ini kategori PDAM yang bagus, “ ujarnya.

Dari kunjungannya tersebut bupati berharap rusun yang sudah 10 tahun itu nanti bisa diperbaiki dan nanti bisa ada rusun yang lain mengingat di Kabupaten Pekalongan saat ini hanya ada 3 rusun, namun dua rusun yang lain diperuntukan asrama mahasiswa.

Ditambahkan pula saat ini masih dalam pandemi covid 19 untuk itu masyarakat harus hati-hati, apalagi di rusun. Bupati mengingatkan kepada pengelola rusun agar rusun disemprot supaya tidak menjadi kluster penyebaran covid 19. Kemudian jika ada warga rusun yang pergi keluar kota, apalagi ke daerah merah, agar berhati-hati dan senantiasa pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan. Sebab Kabupaten Pekalongan yang sebelumnya hanya 11 kasus positif, sekarang sudah 55 kasus namun 38 orang sudah sembuh. Sisanya dirawat di Rumah Sakit dan isolasi mandiri. (pekalonganberita,com)

Pos terkait