PENDOPO KI WANENPATI, SEBUAH TEROBOSAN DARI DESA WULED

  • Bagikan

KAJEN, PekalonganBerita.com – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM menghadiri tasyakuran pembangunan Pendopo Ki Wanenpati Desa Wuled Kecamatan Tirto, Jumat ( 17/12) sore di desa Wuled Kecamatan Tirto.

Bupati Fadia berharap bangunan Pendopo segera mencapai sempurna dan nantinya bermanfaat untuk masyarakat banyak. “ Pendopo ini banyak sekali kegunaannya. Misalnya dipakai untuk acara pernikahan masyarakat Wuled, untuk kegiatan vaksin ataupun pengajian. Artinya pendopo ini dibangun memang untuk seluruh masyarakat desa Wuled,” kata Bupati Fadia dalam sambutannya

Bupati juga memberikan apresiasi terutama kepada Kepala Desa Wuled atas prestasi yang ditoreh lewat dibangunnya pendopo tersebut. “ Mudah-mudahan menjadi semangat bagi para kades/lurah di kecamatan Tirto agar bisa membangun atau meninggalkan sesuatu yang berarti bagi masyarakat. Pada saat kita menjabat, kita diberi amanah, bagaimana caranya bermanfaat untuk orang banyak dan apa yang kita tinggalkan juga bisa bermanfaat untuk orang banyak. Salah satunya mungkin hal yang seperti ini,” ujarnya
Dalam kesempatan itu Fadia juga meminta agar vaksinasi yang saat ini masih digencarkan, menjadi perhatian seluruh masyarakat
“ Ini vaksin di kabupaten Pekalongan belum 70 persen . Kita sekarang di level 2, tapi kita jangan lengah. Karena sudah ada peraturan presiden bahwa yang belum divaksin, bansos seperti PKH dan sebagainya distop. Dan akan ada peraturan baru lagi apabila anak usia 12 tahun ke atas dan orang tuanya belum divaksin, anaknya tidak bisa ikut ujian sekolah. Jadi saya meminta bapak/ibu semua menjaga kesehatan dan vaksin merupakan ikhtiar yang maksimal,’ tegasnya.
Sementara itu Amat Antono, mewakili tokoh masyarakat, dalam kesempatan tersebut mengaku bangga dengan masyarakat Wuled juga kepala desa serta perangkat dan lembaganya. Karena menurutnya tidak semua desa mempunyai pendopo yang dibangun semegah pendopo desa Wuled.
“Dibangunnya pendopo ini merupakan prestasi tersendiri bagi seorang kepala desa. Ini merupakan bukti desa Wuled adalah desa yang dinamis. Oleh karena itu saya berharap khususnya kepada kepala desa dan perangkatnya, jangan lelah untuk membangun desa/negerinya dan jangan mengeluh. Salah satu kuncinya adalah jaga persatuan dan kesatuan,”pesan Antono
Antono juga mengungkapkan rasa syukur , pasalnya dalam kondisi covid dimana kondisi ekonomi masih belum begitu bagus, pendopo desa Wuled tersebut bisa dibangun. Menurutnya hal itu adalah kecerdasan dari masyarakat, perangkat desa/ kepala desa dan sebuah kebersamaan antara seluruh masyarakat yang harus tetap dijaga.
Antono menambahkan, dirinya bangga dengan pemberian nama Wanenpati untuk pendopo tersebut karena itu adalah sebuah pengakuan sekaligus penghargaan kepada leluhur/para pejuang.

sementara itu Kepala Desa Wuled, Wasduki Jazuli, menjelaskan sejarah asal usul pendopo desa Wuled tersebut diberi Ki Wanenpati. Ki Wanenpati adalah salah satu senopati perang Pangeran Diponegoro. Setelah tertangkapnya Pangeran Diponegoro, para senopati maupun pimpinan perang lari menyebar. Pada waktu itu mbah Wanenpati beserta rombongan tiba di daerah ‘Blokgempol’. Selain ahli strategi perang, Mbah Wanenpati juga ahli pertanian dan pemerintahan. Ia membuka alas Desa Wuled.
“ Ketika membangun sebuah desa, saya berharap spirit dari Mbah Wanenpati bisa kita tiru. Dengan kondisi apapun, Mbah Wanenpati bisa membuat sebuah terobosan. Dalam situasi ekonomi sulit akibat covid, saya berharap spirit dari Mbah Wanenpati kita tiru, “harap Wasduki.
Acara tasyakuran pembangunan pendopo Ki Wanenpati Desa Wuled dihadiri pula Wakil ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Sumar Rasul , Asisten Pemerintahan dan Kesra Totok Budi Mulyanto , Camat beserta forkopimcam Tirto, para Lurah/Kepala Desa se kecamatan Tirto yang berkesempatan hadir serta para tokoh masyarakat.

  • Bagikan