Pemudik Dengan Motor Dan Travel Diprediksi Meningkat

  • Bagikan

Pemerintah memberlakukan aturan pelarangan perjalanan berlaku mulai 22 April 2021 hingga 5 Mei 2021 dan 18-24 Mei 2021, Sedangkan, selama masa peniadaan mudik 6 – 17 Mei 2021 tetap berlaku Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Terkait hal itu, dipresdiksi akan ada peningkatan moda transportasi mudik tertentu yang digunakan warga untuk pulang ke kampung halaman.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro mengatakan, berdasar data Balitbang Kemenhub moda trasnportasi yang biasa digunakan untuk mudik 27, 8 persen mobil pribadi, 15,3 persen sepeda motor, 7,7 travel dan selebihnya menggunakan Kereta Api, Bus, jalur penyebrangan laut dan pesawat.

“dengan kebijakan tidak dioperasionalkannya bus, kereta api, tranportasi udara dan angkutan laut, maka data ini diprediksi akan beralih dari mobil pribadi, sewa dan travel. Dan bahkan ada kemungkinan peggunaan sepeda motor akan mengalami peningkatan,” kata Wahyu saat Rapat Lintas Sektoral Persiapan Idul Fitri 1442 H/ 2021 di Aula Lantai 1 Setda Kajen, Kamis (29/4/2021).

Adapun perkembangan terkini pemudik per tangga 28 April kemarin, sudah ada 1.826 warga Kabupaten Pekalongan yang sudah pulang ke kampung halamannya. Diantaranya ke Kecamatan Paninggaran 19 persen, Kajen 12 Persen dan sisanya ke kecamatan lain.

“trendnya masih diperkirakan naik sampai tanggal 6 Mei mendatang. Karena meski pelarangan mudik sudah diberlakukan mulai tanggal 22 namun masih dalam tahap persiapan,” ujarnya.

Selain menjadi tujuan mudik, Kabupaten Pekalongan juga menjadi lintasan pemudik, utamanya pemudik dari arah Jakarta baik melalui jalan pantura maupun jalur tol.

“untuk tujuan mudik Jawa Tengah terbanyak ada di Kabupaten Banyumas, Kabupaten tegal, Kebumen dan juga sisi Timur Pekalongan,” terangnya.

Untuk di Wilayah Pekalongan, tambahnya, ada lima titik jalan masuk Kabupaten Pekalongan diantaranya gerbang masuk kabupaten Pekalongan di jalan nasional, tumbal, mrican, pendowo, mucang, dan kesesi.

Yang semuannya terhubung melalui Kabupaten Pemalang. Sedangkan disisi selatan ada Jalur dari Banjarnegara da di sisi timur lebih banyak lagi jalan masuk.

“jalur itu perlu kita waspadai. Jika melihat dari pergerakannya, diprediksi pemudik akan masuk bukan lewat jalan utama,” papar Wahyu.

 

  • Bagikan