Pemkot Siapkan Skema Ibadah

Pemkot Siapkan Skema Ibadah

Kota Pekalongan Masa pemberlakuan fase new normal atau adaptasi kebiasaan baru di Kota Pekalongan yang mulai diterapkan sejak Senin, 8 Juni 2020 lalu, membuat sejumlah tempat ibadah dibuka kembali, tak terkecuali gereja atau tempat ibadah untuk umat kristiani dan katolik. Menghadapi New Normal, Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz, SE didampingi segenap jajaran OPD melakukan monitoring kegiatan peribadatan di Gereja Agape, Jalan Manggis Sampangan, Kota Pekalongan, Minggu (28/6/2020).

Walikota Pekalongan,HM Saelany Machfudz, SE yang juga selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekalongan beserta jajaran memantau situasi dan kondisi pelaksanaan New Normal di sejumlah titik di gereja tersebut apakah sudah sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan.

“Ini ketika Kota Pekalongan sudah dimulai New Normal, tempat peribadahan kita buka. Kami Pemerintah Kota Pekalongan beserta jajaran keliling melakukan monitoring di tempat beribadatan,  salah satunya di Gereja Agape ini,” tutur Saelany.

Pemkot Siapkan Skema Ibadah

Usai meninjau di sejumlah titik lokasi gereja, Saelany menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan keagamaan di gereja tersebut sudah melaksanakan sejumlah protokol kesehatan yang sudah ditentukan pemerintah seperti sudah adanya tempat cuci tangan di beberapa sudut, petugas pemeriksa suhu tubuh jemaat gereja, bahkan penataan ruangan peribatan diterapkan jaga jarak aman antara sisi satu dengan sisi lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Saelany juga memberikan dana hibah dari Pemerintah Kota Pekalongan sebesar Rp150 juta rupiah yang digunakan untuk menunjang perawatan sarana dan prasarana gereja tersebut.

“Kami cukup senang bahwa anjuran protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah di gereja ini sudah dilakukan sebaik-baiknya, misalnya untuk tempat cuci tangan tidak  hanya 1 tempat saja guna menghindari kerumunan, ketika masuk dicek suhu menggunakan thermogun dan penataan ruangan sudah diberi jarak. Kami sangat apresiasi dan semoga ini bisa ditiru di gereja-gereja lain atau tempat  ibadah lainnya. Pada hari ini juga kami membantu Rp150 juta rupiah untuk gereja untuk memperbaiki sarana dan prasarana gereja, semoga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Untuk tempat ibadah lain juga akan kami perhatikan dan dianggarkan secara bertahap untuk tahun depan,” terang Saelany seperti dikutip Dinkominfo Kota Pekalongan.

Sementara itu, Majelis Gereja Agape Kota Pekalongan, Sugijantohartojo, mengungkap bahwa sejak 14 Juni kemarin, Gereja Agape sudah dibuka untuk tempat peribadatan jemaat dengan menerapka protokol kesehatan secara ketat. Pihaknya berharap dengan penerapan yang ketat ini guna memberikan keamanan dan perlindungan jemaat yang akan beribadah dan pandemi Covid-19 di Kota Pekalongan bisa benar-benar sirna.

“Kami telah menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah seperti cuci tangan, wajib menggunakan masker, social distancing. Kami mulai sejak 14 Juni kemarin dengan sebelumnya sudah skema ibadah sudah disiapkan sesuai anjuran tersebut. Hal ini akan kami lakukan sampai wabah Covid-19 ini benar-benar hilang di Indonesia khususnya Kota Pekalongan sehingga kita semua bisa terbebas dari pandemi Covid-19 dan menjalankan aktivitas seperti sediakala,” jelas Wawan, sapaan akrabnya. (Pekalonganberita,com)