Pemkab Pekalongan Minta Waspadai Pemudik Yang Datang Awal

  • Bagikan

Pemerintah Kabupaten Pekalongan meminta kepada seluruh Kepala Desa agar mewaspadai gelombang pemudik dari luar kota yang datang lebih awal, yakni sebelum tanggal 6 Mei sesuai waktu larangan mudik dari pemerintah pusat.

“kita perintahkan kepala desa untuk mewaspadai gelombang pemudik yang datang labih awal,” kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Senin (12/4/2021).

Pemudik yang datang ini, lanjut bupati, akan disisir dan pihaknya meminta kepada para kepala desa untuk melaporkan apabila ada pemudik dari luar kota.

“tahun ini belum ada laporan jumlah pemudik, namun jika melihat tahun kemarin, jumlahnya mencapai 55 ribuan,” jelasnya.

“kita belum ada penyekatan jalan, dan masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat,” terang bupati.

Dijelaskan bupati, pada tahun ini masyarakat boleh menyelenggarakan tarawih di masjid/mushola namun harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

“sesuai himbauan dari pusat, selain dilarang mudik, juga diperbolehkan tarawih dengan prokes ketat. Nanti saya akan tarawih keliling untuk memastikan standar prokes sudah dijalankan,” ujar Asip.

Ditambahkannya, esensi puasa adalah mengendalikan diri, semoga dengan puasa ini jumlah covid semakin menurun dan masyarakat bisa berlebaran dengan kondisi yang sehat dan normal kembali.

“Sesuai dengan hadis Rosulullah bahwa puasa itu menyehatkan, semoga menyehatkan masyakarat utamanya dari pandemi ini,” paparnya.

  • Bagikan