Pemerintah Dorong Pendirian PSDKU Polban

  • Whatsapp
Pemerintah Kabupaten Pekalongan saat ini tengah mendorong pendirian PSDKU Polban (Politeknik Negeri Bandung) di Kajen.

KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan saat ini tengah mendorong pendirian PSDKU Polban (Politeknik Negeri Bandung) di Kajen. Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dengan didampingi sejumlah kepala OPD pada Selasa (23/6/2020) mengadakan kunjungan ke Polban Bandung, yang diterima langsung oleh Direktur Dr. Ir. Rachmad Imbang Tritjahjono, M.T.

Ada beberapa agenda penting yang dibahas dalam pertemuan Bupati Pekalongan dengan civitas akademika Polban. Pada esensinya Bupati berharap kerjasama Pemkab Pekalongan dengan Polban Bandung yang sudah berjalan selama 5 tahun dalam mengembangkan Akademi Komunitas Negeri (AKN) dapat dilanjutkan, dengan mendirikan PSDKU (Program Studi di Luar Kampus) Polban di Kajen.

Bacaan Lainnya

“Saat ini Pemerintah sedang melakukan pembangunan kawasan industri di Jawa Tengah khususnya di Brebes, Batang dan Kendal. Ini adalah peluang dan perlu diantisipasi dengan menyiapkan sumber daya manusia. Oleh karenanya pendirian politeknik di Kajen menjadi sangat relevan,” kata Bupati Asip.

Pemerintah Kabupaten Pekalongan saat ini tengah mendorong pendirian PSDKU Polban (Politeknik Negeri Bandung) di Kajen.

Sementara itu Direktur Polban antara lain menyampaikan bahwa ada beberapa way out pasca AKN, yaitu menjadi PSDKU, dijadikan perguruan tinggi swasta, atau close down. Direktur menuturkan bahwa hanya program studi akreditasi A yang bisa masuk dalam PSDKU. Saat ini Polban sedang berusaha agar ada diskresi, dimana prodi akreditasi B dapat masuk dalam PSDKU.

“Program PSDKU harus sama program dengan induknya (Polban). Jika opsi pendirian PSDKU, Polban mengusulkan dibuka Polban Kampus II Program D4 dengan 3 Program Studi,” katanya.

Alternatif atau opsi prodi antara lain adalah teknik mesin, teknik informatika, dan teknik kimia. Yang menjadi pertimbangan antara lain adalah kebutuhan masa depan dunia industry Polban akan menyiapkan pergeseran dari Program D2 ke Program D4.

“Dari aspek SDM, dosen minimal S2. Tata kelola, khususnya penjaminan mutu tidak atau jangan ditinggalkan. Dalam kurun 2 tahun harus mempersiapkan akreditasi, minimal akreditasi B. Modal pembelajaran, e-learning akan terus dikuatkan, membangun co working space, sebagai gambaran adalah seperti yang dibangun oleh SMK Djarum di Kudus. Tidak kalah penting adalah melakukan kerjasama dengan para pihak,” tuturnya. (Pekalonganberita,com)

Pos terkait