PD Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan Dapat Hibah Rp 1 Miliar

Pemerintah Kabupaten Pekalongan menghibahkan dana kepada PD. Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan sebesar Rp 1 miliar.

KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menghibahkan dana kepada PD. Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan sebesar Rp 1 miliar. Lainnya Masjid Al hikmah Desa Pangkah Karangdadap mendapat hibah sebesar Rp 100 Juta, pembangunan panti asuhan yatim putri Aisyiyah Pekajangan Pekalongan sebesar Rp 143 juta.

Sedangkan kepada bansos kepada panti asuhan MPPKM PCM Muhammadiyah Wonopringgo dengan nominal Rp. 7.2 juta,-, panti asuhan yatim putra putri Muhammadiyah Kajen senilai Rp. 22 juta, dan panti asuhan anak yatim La Tahzan Muhammadiyah Pencongan Wiradesa senilai Rp. 16.6 juta.

“Kabupaten  Pekalongan, khususnya Wiradesa punya sejarah tersendiri khususnya bagi  Muhammadiyah.  Pada tahun 1972 di Wiradesa menjadi  tempat diselenggarakannya Muktamar Muhammadiyah.  Ini  menunjukkan bahwa eksistensi keberadaan persarikatan Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan  sangat  dipertimbangkan  di kancah perkembangan Muhamadiyah nasional,” Demikian dikatakan Bupati Pekalongan  KH Asip Kholbihi,SH.,M.Si saat mengisi acara pengajian patlikuran /silaturahim warga Muhammadiyah sekaligus penyerahan  hibah dan bansos  di masjid Sabilurahman Desa Kauman Wiradesa pada Rabu ( 24/06) malam.

Pemerintah Kabupaten Pekalongan menghibahkan dana kepada PD. Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan sebesar Rp 1 miliar.

Menurutnya, melalui pengajian ini Pemkab mengucapkan terima kasih atas sumbangsih, pemikiran, dukungan dari segenap persarikatan Muhammadiyah di Pekalongan  ini terhadap  jalannya kebijakan-kebijakan  pemerintah.

“Berkaitan dengan kebijakan pemkab menyikapi pandemi covid19, Bupati menuturkan pemkab sudah ikhtiar lahir batin agar musibah ini tidak sampai menjadikan masyarakat  ketakutan dan khawatir. Dengan situasi yang semi terbuka, kami tidak melakukan kebijakan lockdown dan PSBB , tidak melakukan PKM (pembatasan kegiatan masyarakat ) semua berjalan alamiah, sesuai dengan apa yang dikehendaki  masyarakat  tapi  tentu saja ada koridor yang harus ditaati bersama”, ujarnya

Sementara itu  H. Nadhim selaku pengurus masjid mengungkapkan sejak berdirinya masjid Sabilurahman  sudah banyak kegiatan anak muda. Sebelum adanya pandemi covid19, setiap hati  jum’at ada sodaqoh nasi bungkus tidak kurang dari 400 bungkus.

“Namun sejak adanya covid19  kegiatan  tersebut  dihentikan, diganti sodakoh penguatan pangan berupa  sembako tidak kurang dari  700 kg beras. Sedang pendistribusiannya dibantu para pemuda jamaah masjid,” katanya. (Pekalonganberita,com)