Paguyuban Kepala Desa Berharap BLT Tidak Bertambah

  • Whatsapp
Paguyuban Kepala Desa di Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan berharap program pelaksanaan bantuan langsung tunai (BLT) untuk masyarakat guna penjaringan sosial sebagai dampak covid19 agar tidak bertambah.

KAJEN- Paguyuban Kepala Desa di Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan berharap program pelaksanaan bantuan langsung tunai (BLT) untuk masyarakat guna penjaringan sosial sebagai dampak covid19 agar tidak bertambah. Hal tersebut lantaran pihak desa merasa ribet dan menjadi beban tumpuan.

“BLT dari rekan-rekan kepala desa minta agar tidak ditambah lagi. Cukup 3 (tiga) bulan saja, karena ruwet dan desa menjadi tumpuan,” kata Ketua Paguyuban Kepala Desa di Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan Tarno saat mengadu kunjungan rombongan kerja Bupati Pekalongan ke Desa Banjarsari Kecamatan Talun, Senin (15/6).

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal tersebut Bupati Pekalongan Asip Kholbihi melalui Dinas PMD P3A P2KB Kabupaten Pekalongan M Afib mengatakan, pihaknya hanya menjalankan instruksi atau peraturan yang diberlakukan dari pusat saja.

Paguyuban Kepala Desa di Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan berharap program pelaksanaan bantuan langsung tunai (BLT) untuk masyarakat guna penjaringan sosial sebagai dampak covid19 agar tidak bertambah.

“Dalam aturannya, kementerian keuangan memberlakukan jika pihak desa tidak melaksanakan maka tidak akan dicairkan. Sehingga jika tidak melakukan BLT lanjutan maka desa tidak dikasih dana,” ujarnya.

Dikatakannya, Kementerian Desa mengungkapkan dana desa dapat digunakan untuk BLT tanpa ada sanksi. Akan tetapi Kementerian Keuangan mengeluarkan kebijakan berupa BLT dengan sanksi jika desa tidak menganggarkan maka tahap selanjutnya tidak akan dicairan. Sehingga di Indonesia ini semua desa melaksanakan aturan yang ada, karena percuma kalau tidak ada BLT maka tidak ada dana.

“Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 memang sudah memberlakukan bahwa BLT dana desa diperpanjang 3 (tiga) bulan atau menjadi 6 bulan. Yang besaran tahap tiga bulan perpanjangan ini senilai Rp 300ribu,” tandasnya. (Pekalonganberita.com)

Pos terkait