Oknum Dokter RSUD Bendan Aniaya Calon Dokter Spesialis Asal Undip

  • Bagikan

PEKALONGAN – pekalonganberita.com- Kasus dugaan kekerasan terjadi di RSUD Bendan Pekalongan, yang dilakukan oleh oknum dokter SpOg rumah sakit setempat kepada Dokter Residen Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro yang tengah melakukan Program Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS. Kekerasan berupa pemukulan dan perundungan, yang terjadi pada Senin (13/9) lalu.

Dari sebuah milis yang tersebar diaplikasi whatsap berisikan kronologis pemukulan yang ditulis sendiri oleh korban, berinisial J-S. Dari tulisan tersebut, korban membeberkan kronologis kejadian pemukulan yang dilakukan oknum dokter bedah tersebut kepadanya.

Akibat kejadian tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas langsung berkirim surat dan menarik semua dokter residen dari RSUD Bendan per tanggal 15 September, serta menghentikan Perjanjian Kerjasama atau PKS dan akan ditinjau kembali.

Menanggapi hal ini, manajemen RSUD Bendan pada Senin (20/9) pagi menggelar konferensi pers untuk menjelaskan permasalahan tersebut. dr. Junaedi Wibawa selaku Direktur mengakui memang terjadi suatu pelanggaran, etika dan disiplin atas salah satu tenaga spesialisnya.

Pihaknya tidak memungkiri, jika terjadi permasalahan antara bpjp dengan dokter residen bedah sekira pukul 9 pagi. Namun, pihaknya menyampaikan, yang terjadi bukan penganiayaan, hanya penamparan oleh pelaku, lalu ditangkis oleh korban.

Disampaikan Junaedi, perselisihan ini tidak terkait layanan, antara profesi dokter bedah dan kandungan. Ini malasah pribadi, terkait ketersinggungan dan ketidaknyamanan.

Pihak rumah sakit sudah melakukan mediasi perdamaian kedua belah pihak yang berisi saling memaafkan dan tidak ada saling menuntut. Pelaku juga sudah diperiksa dan diberikan hukuman sesuai regulasi yang ada.

Sesuai dengan peraturan Walikota, oknum tersebut sudah diberikan hukuman disiplin, yakni penurunan 1 tingkat atas jabatan yang diemban oleh yang bersangkutan, dari jabatan kepala instalasi kebidanan menjadi dokter biasa, serta pengurangan JP 25% dan pemberhentian pelayanan selama 3 bulan. (Trie Tanpa Kucir)

  • Bagikan