Nilai-Nilai Keagamaan Dan Nasionalisme Harus Ditanamkan Sejak Dini

  • Bagikan

KAJEN- Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi,SH.M.Si., berharap para pendidik Al-Quran yang ada di Kabupaten Pekalongan dapat menanamkan dua prinsip dasar kehidupan bagi anak-anak yang ada di Kabupaten Pekalongan, yaitu tentang pemahaman keagamaan dan nasionalisme.

Demikian disampaikan bupati dalam acara Musyawarah Kabupaten (Muskab) V Badko LPQ Kabupaten Pekalongan Tahun 2021, yang bertempat di Aula Gedung Pusat Layanan Haji dan Umroh Terpadu (PLHUT) Kabupaten Pekalongan di Wiradesa.

‘’Tanamkanlah kepada anak-anak kita rasa nasionalisme yang berlandaskan keagamaan juga. Karena keduanya, antara keagamaan dan nasionalisme merupakan dua prinsip yang sangat mendasar yang harus dimiliki anak-anak kita selaku penerus bangsa untuk mempertahankan NKRI juga memiliki dasar agama yang kuat,’’ kata Bupati.

Dikatakan Bupati Asip, bahwa pengetahuan tentang keagamaan dan nasionalisme yang kita tanamkan kepada anak-anak, akan mencegah mereka terjerumus ke dalam ideologi yang bertentangan dengan ideologi yang sudah ditanamkan oleh para pendahulu kita.

‘’Ayo kita didik anak-anak kita dengan faham kebangsaan dan keagamaan secara parallel, karena ini merupakan tantangan bagi kita,’’ ucapnya.

Selain itu, dalam kesempatan ini Bupati Asip juga menjelaskan bahwa mewujudkan keamanan kepada masyarakat adalah tugas pokok pemerintah. Karena menurutnya, dengan rasa aman yang didapatkan oleh masyarakat, itu akan membuat masyarakat lebih leluasa dalam menjalankan semua aktivitas di kehidupan mereka termasuk kegiatan keagamaan.

‘’ Inilah yang menjadi tugas pemerintah dalam mewujudkan rasa aman sehingga masyarakatnya dapat menjalankan setiap kegiatan utamanya keagamaan dengan penuh rasa aman tanpa adanya gangguan,’’ jelasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Ketua Badko LPQ Kabupaten Pekalongan Hj.Hindun, yang sekaligus merupakan Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, mengatakan dalam sambutanya bahwa sesuai dengan Keputusan Dirjen Kemenag Tahun 2020 atau perubahan kebijakan tentang penyelenggaraan pendidikan keagamaan, nama Badko TPQ sejak tahun 2020 berubah menjadi Badko LPQ (Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al Quran) dan itu mengikat seluruh Indonesia

‘’Ini namanya berubah ya dari Badko TPQ menjadi Badko LPQ sejak tahun 2020’’ ujarnya.

Selain itu Ia juga mengatakan bahwa selama kepengurusanya sejak tahun 2017 sampai berakhir saat ini di tahun 2021, banyak sekali pihak yang membantu melancarkan semua kegiatan yang diselenggarakan oleh Badko LPQ Kabupaten pekalongan, baik itu dari pemerintah daerah maupun dari kementrian agama.

Untuk itu, dalam kesempatan ini Ia mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu selama kepengurusanya sebagai Ketua Badko LPQ Kabupaten Pekalongan selama ini.

‘’ Kami sangat berterimakasih atas dorongan dari pemerintah daerah dalam hal ini melalui dinas pendidikan atas insentif yang diberikan kepada guru-guru, kemudian berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan kapasitas dari guru-guru kita yang sudah dilaksanakan dalam periode kami, tentu kami sangat berterimakasih,’’

Ia menambahkan selama kepemimpinan kami pengurus merasa terbantu dengan adanya kebijakan pemerintah baik melalui kemenag maupun pemerintah daerah sehingga guru-guru kami dan para pengelola Badko LPQ ini bisa melaksanakan kegiatan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan,’’ jelasnya.

Di akhir acara hasil Muskab V LPQ Kabupaten Pekalongan, secara musyawarah dan mufakat seluruh peserta Muskab memilih H. Hindun Sebagai Ketua periode 2021-2026

  • Bagikan