Musyawarah Mufakat, Sutanto Terpilih Ketua Asosiasi BUMDes Kabupaten Pekalongan

  • Whatsapp

KAJEN –  Setelah melalui berbagai proses tahapan musyawarah mufakat, akhirnya Sutanto terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi BUMDes Kabupaten Pekalongan dalam acara Pembentukan Kepengurusan Asosiasi BUMDes Kabupaten Pekalongan di Desa Podo Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan kemarin petang.

Ketua Umum Asosiasi BUMDes Kabupaten Pekalongan Sutanto mengatakan, dirinya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Bacaan Lainnya

“Ini adalah amanah yang harus saya emban dan saya pertanggungjawabkan ke depan. Saya berharap kedepannya BUMDes akan menjadi motor penggerak ekonomi,” katanya.

Menurutnya, desa dalam konteks wilayah administrasi maupun kawasan, merupakan faktor strategis dalam pelaksanaan pembangunan nasional dan daerah. Dalam perspektif pembangunan perkonomian, karakteristik wilayahnya memiliki lumbung sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dibutuhkkan untuk menggerakan aktivitas perekonomian.

“Kondisi dan perkembangan yang berlangsung saat ini, menuntut pemerintah desa beserta masyarakatnya untuk dapat mengelola dan mendayagunakan potensi secara berkelanjutan melalui pendekatan bisnis dan manajemen usaha untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat, tanpa meninggalkan ciri dan kearifan lokal, sehingga dapat berkembang dan menjaga eksistensinya dalam sistem perekonomian regional, nasional, dan global,” katanya.

Dikatakannya, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan pilar pembangunan dan pengembangan ekonomi desa dalam menjawab tantangan dan potensi sistem perekonomian yang berkembang saat ini. BUMDes merupakan wadah yang dikelola oleh desa dan atau kerjasama antar desa untuk mengelola dan mengembangkan kegiatan di bidang ekonomi sekaligus mengembangkan orientasi pada pelayanan umum dan pembangunan sosial bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“BUMDes sendiri dibentuk, dikelola, dan dikembangkan bersama oleh pemerintah dan masyarakat desa serta disesuaikan dengan karakteristik potensi sumber daya maupun budaya lokal yang dimiliki masing-masing, untuk memfasilitasi, memperkuat, menjaga keberlangsungan, serta mengembangkan usaha dan aktivitas ekonomi produktif yang dilakukan warga desa,” tuturnya.

Kebijakan pembangunan juga telah memprioritaskan BUMDes sebagai pengelola sumber daya yang dimiliki desa untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga peran dan eksistensi desa dalam pembangunan daerah dan nasional.

“Dalam menjalankan peran dan usahanya tersebut, BUMDes tentunya dihadapkan pada isu-isu strategis yang berpotensi pada ketidakmampuan dalam menggerakan dan mengembangkan ekonomi desa. Pengembangan usaha dan aktivitas ekonomi produktif di desa tidak hanya dapat bermodalkan pada kepemilikan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia, tapi dibutuhkan pula dukungan sumber daya dan jejaring dalam aspek modal, kelembagaan, pasar, ilmu pengetahuan, informasi dan teknologi, dan berbagai sumber daya lainnya, sehingga dapat berperan optimal dalam memberdayakan dan mengembangkan usaha maupun aktivitas ekonomi produktif di desa,” ucapnya.

Integrasi berbagai sumber daya tersebut yang diselaraskan dengan kearifan dan budaya lokal yang dimiliki desa, dibutuhkan agar kegiatan usaha dan aktivitas ekonomi perekonomian serta pembangunan desa, kabupaten dan nasional bisa berjalan.

“Memperhatikan tantangan dan potensi global itu, maka dipandang perlu adanya suatu wadah komunikasi serta fasilitasi penguatan dan pengembangan BUMDes sehingga dapat menjadi lokomotif bagi pertumbuhan dan pengembangan perekonomian pedesaan. Dengan berpedoman pada Undang-undang,” paparnya.

Pada kesempatan itu turut hadir BUMDes Perwakilan dari Kecamatan se-Kabupaten Pekalongan, Kasie Dinas PMD P3A dan PPKB Kabupaten Pekalongan Hermanu, Tenaga Ahli Pendamping Desa Kabupaten Pekalongan Heri W, Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan BUMDesa Indonesia (PBI) Provinsi Jawa Tengah Ratno. (Pekalonganberita,com)

Pos terkait