Musim Hujan, Nelayan Wonokerto Panen Cumi-Cumi dan Rebon

KAJEN- Memasuki musim penghujan, sejumlah nelayan di Kabupaten Pekalongan mendapat berkah tangkapan hasil laut, salah satunya nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto yang banyak menangkap cumi-cumi dan udang kecil (rebon).
Seperti pantauan, hasil tangkapan nelayan di TPI wonokerto banyak didominasi cumi-cumi dan udang rebon banyak diantaranya dijemur untuk dijual dalam bentuk kering.
Salah satu nelayan di Wonokerto, Itfal Faklur Aziz mengaku memang saat ini sedang musim cumi-cumi dan rebon, sehingga banyak dari nelayan yang mencari dua jenis ikan tersebut dan hasil tangkapannya cukup melimpah. “musim cumi-cumi sudah berlangsung sejak satu minggu yang lalu, sedang rebon mulai hari ini,” katanya, Selasa (26/1)
Dengan hasil tangkapan tersebut membuat pendapatan masyarakat meningkat. Untuk harga rebon sendiri biasanya dijual 150 ribu perbasketnya, namun jika musim hujan seperti ini cenderung lebih murah. “rebon biasanya dibuat untuk terasi, campuran nasi megono dan juga campuran sambal,” jelas Aziz.
Peningkatan tangkapan cumi-cumi dan rebon juga diamini Pengelola TPI Wonokerto, Asmo Kumoro. Menurutnya memang pada musim hujan tangkapan cumi-cumi dan rebon meningkat. “biasanya setelah musim hujan, stok cumi dan rebon meningkat. Peningkatanya lebih dari 100 persen,” jelasnya.
Peningkatan tangkapan sendiri, lanjut Asmo, dari biasnya nelayan hanya bisa menangkap cumi sebanyak 3 ribu kilo perhari, saat ini bisa mencapai 7 ribu hingga 8 ribu perhari. Sehingga harganya cenderung mengalami penurunan dari biasanya 60 ribu hingga 70 ribu perkilo, menjadi 40 ribu bahkan bisa 30 ribu. “dengan peningkatan tangkapan tersebut keuntungan nelayan ditaksir mencapai 700 ribu hingga 1 juta perharinya, tentunya tidak hanya cumi dan rebon yang mereka tangkap tapi juga banyak jenis ikan yang lainnya. Untuk rebon sendiri jika musim hujan harganya cenderung turun,” paparnya. (Pekalonganberita,com)