Meski Diizinkan, Shalat Tarawih Harus Terapkan Prokes

  • Bagikan
Bupati Batang Wihaji Tarawih Keliling di Masjid Baitussalam, Desa Tenggulangharjo, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Kamis (22/4/2021).

Batang – Masyarakat diminta tetap memperketat disiplin protokol kesehatan, meskipun telah memperoleh izin Salat Tarawih berjamaah dari pemerintah.

Bupati Batang Wihaji menyampaikan, masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan, meski pemerintah telah mengizinkan salat tarawih berjamaah di masjid atau musala.

“Pandemi Covid-19 belum usai, tidak perlu takut namun tidak meremehkannya. Tetap bersahabat dengan cara menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan,” katanya usai menggelar Tarawih Keliling di Masjid Baitussalam, Desa Tenggulangharjo, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Kamis (22/4/2021).

Dijelaskannya, selama menjalankan amanah, infrastruktur seperti pasar sudah diperbaiki hingga masyarakat makin mudah saat membeli kebutuhan sehari-hari.

Bupati mengimbau agar masyarakat meningkatkan pendidikannya, karena itu sebagai persiapan generasi muda patut mempersiapkan potensi diri.

“Infrastruktur sudah mulai dibangun dan UMKM pun bisa berperan aktif di dalamnya dengan produknya,” ungkapnya.

Dalam bidang infrastruktur pertanian, tahun ini Pemerintah Kabupaten Batang telah menyiapkan anggaran yang langsung direalisasi tahun 2021 berbentuk perbaikan irigasi.

Kesempatan tersebut Bupati juga berkenan membantu biaya perbaikan masjid sebesar Rp100 juta dan musala sebesar Rp50 juta.

Kepala Desa TenggulangharjoWahyu Mujiono mengucapkan selamat datang kepada Bupati dan Wakil Bupati Batang, yang dapat menggelar Salat Tarawih dan Witir bersama jamaah warga desa.

“Malam ini sangat istimewa karena warga kami kedatangan Bapaknya seluruh masyarakat Batang. Semoga keberkahan selalu melimpah kepada kita semua,” katanya.

Ia mengatakan, meski sempat ada kejenuhan yang timbul di benak warga, namun kami selalu mengingatkan protokol kesehatan.

“Jadi kalau ada warga yang tidak patuh protokol kesehatan dan terpapar Covid-19, otomatis akan diisolasi di tempat khusus desa setempat,” ujar dia.

Terkait masalah pertanian yang merupakan mata pencaharian utama warga setempat, dia mengharap agar Pemkab Batang bersedia membantu para petani yang mengalami gagal panen.

  • Bagikan