Menurunya Permintaan Batik Jumputan, Di saat Wabah COVID-19

PEKALONGAN KOTA – Pandemi corona turut menekan permintaan batik jumputan di banyurip kota pekalongan. menurut produsen, semenjak kota-kota besar tidak kondusif, permintaan pasar anjlok hingga 50% seiring melemahnya permintaan dari juragan-juragan besar di kota. jum’at, 3/4/2020. Status tanggap darurat yang diterapkan di beberapa wilayah kota-kota besar akibat wabah virus corona, membuat pasar menjadi sepi dan menghentikan penyetokan menjelang bulan ramadhan ini. Irul selaku pengusaha UMKM yang bergerak disekor Industri Batik Jumputan mengatakan permintaan pasar semakin menurun akibat pandemi COVID-19. pihaknya hanya bisa menunggu permintaan dalam skala kecil. Dalam sehari irul menyampaikan pihaknya bisa membuat sampe 10 kodi batik jumputan.akhir-akhir ini permintaan menurun sampai 5 kodi perhari. Disamping itu para produsen batik di kota pekalongan juga merasa prihatin, karena harga bahan baku obat batik kini naik sampai 20 %. Para pelaku umkm mengaku hanya pasrah dengan keadaan, dengan harapan menjelang datangnya bulan ramadhan pasar akan kembali pulih seperi biasanya. (pekalonganberita.com)