Larangan Penerbangan Balon, Kecamatan Yang Punya Tradisi Balon Udara Akan Di Edukasi

  • Bagikan

Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Direktorat Jendral Perhubungan Udara, Direktorat Navigasi Penerbangan dan Otoritas Bandar Udara Wilayah III Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav) Indonesia menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Larangan Balon Tradisional di Aula Lantai 1 Setda, Selasa (4/5/2021).

Dalam kegiatan tersebut hadir Pj Sekda Kabupaten Pekalongan Bambang Irianto, Kepala Dinhub, Para Camat dan tamu undangan.

Pj Sekda Bambang Irianto mengatakan, Intinya penerbangan balon tidak dilaranga, akan tetapi harus sesuai aturan.

“diantaranya balon udara harus ditambatkan, ukuranya sesuai, dan ketinggian maksimal 150 meter serta tidak ada liar. Jika tidak sesuai tetap ada sangsinya,” katanya.

Pemkab bersama para camat akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat, dan akan ada surat edaran tentang pelarangan tersebut.

“kita upayakan tahun ini tidak ada penerbangan balon liar. Di Kabupaten Pekalongan penerbangan balon banyak di lakukan oleh warga di Kecamatan Buaran, Tirti dan Wiradesa. Kita akan edukasi masyarakat dan melakukan langkah-langkah preventif,” papar Sekda.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupate Pekalongan Wahyu Kuncoro menuturkan, pada saat syawalan atau H+7 lebaran akan ada tim yang akan memantau kebeberapa lokasi.

“kita akan pantau tempat-tempat yang biasa digunakan warga untuk menerbangkan balon udara.

Karena membahayakan saat berada di ketinggian tertentu,” ujarnya.

Adapun daerah yang secara kultural dan historis mempunyai kebiasaan menerbangkan udara diantaranya Kecamatan Buaran, Siwalan, Tirto, Wiradesa dan Wonokerto.

“prinsipnya kita akan sweping dulu dan memberikan sanksi yustisi, serta akan ada upaya pembinaan,” tutur Wahyu

  • Bagikan