Larangan Mudik 22 April-24 Mei Berlaku Nasional, Warga Dihimbau Tidak Memaksakan Diri

  • Bagikan

KAJEN –Pemerintah Kabupaten Pekalongan memberikan himbauan kepada masyarakat tentang larangan mudik. Hal itu, tentunya memberikan dukungan semangat sekaligus membantu mencegah persebaran virus corona kepada keluarga di kampung halaman.

Demikian disampaikan Pejabat Sekda Kabupaten Pekalongan,Ir. Bambang Irianto, M.Si di sela sela kegiatan Tarawih keliling (23/4/21) yang bertempat di Masjid Al Azhar Desa Sukorejo Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan.

Bambang mengatakan, Larangan mudik diberlakukan mulai tanggal 22 April sampai dengan 24 Mei 2021 dan itu berlaku secara nasional baik pemerintah daerah mapun pemerintah pusat.

Dijelaskannya, Larangan tersebut tentunya harus dipatuhi bersama dan masyarakat diminta tetap menjaga dan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, karena sampai saat ini kasus persebaran covid 19 masih tinggi.

“Jangan mudik lewat jalan tikus atau jalan semut karena banyak petugas yang berjaga, Jangan memaksakan diri untuk mudik daripada kesulitan dijalan, lebih baik menahan diri, meskipun kita jauh tapi hati kita tetap dekat” ujar Bambang Irianto.

Selain larangan mudik pemerintah juga berharap masyarakat senantiasa waspada terutama warga desa agar lebih peduli antar sesama, kalau memang ada keluhan segera berobat atau jika ada gejala segera periksa dan lakukan isolasi secara mandiri dan yang terahir jalankan program jogo tonggo agar masyarakat aman terhindar dari persebaran virus corona.

“mari kita aktifkan dan jalankan program jogo tonggo, dan jika ada tetangga kita yang sakit maka secepatnya ditangani. Semoga pandemi ini segera berlalu dan kita bisa hidup normal kembali,” pintanya.

  • Bagikan