KPU Kabupaten Pekalongan Ajukan 71 M Untuk Pemilu 2024

  • Bagikan
ketua KPU Kabupaten Pekalongan Abi Rizal
Ketua KPU Kabupaten Pekalongan memberikan statment terkait persiapan Pemilihan Serentak 2024, Jumat (24/9) Di Kantor KPU Kabupaten Pekalongan.

Komisi pemilihan umum (KPU) Kabupaten Pekalongan mengajukan anggaran untuk pemilu serentak 2024 sebesar 71 milyar. Anggaran tersebt diajukan oleh KPU Kota Santri pada 22 September kemarin ke Pemerintah Daerah.

Ketua KPU Kabupaten Pekalongan Abi Rizal mengatakan, anggaran tersebut naik dua kali lipat dari anggaran sebelumnya yakni 31 Milyar. Hal itu, menurutnya karena ada berbagai pertimbangan.

“salah satunya yakni karena pada Pemilihan Serentak 2024 standar covid 19 masih dipakai, hal itu sesuai dengan surat KPU No 442,” kata Abi di Kantor KPU, Jumat (24/9).

Selain itu, naiknya anggaran juga karena penyesuaian badan ad hock atau penyelenggara pemilihan.

“Hal ini disesuaikan dengan indeks dari Kementerian Keuangan, jika pada pemilu sebelumnya belum disesuaikan,” tambahnya.

Menurut Abi, anggaran sebesar itu, terbesar untuk membiayai penyelenggaran yakni sebesar 57 persen atau 48 milyar.

Terkait anggaran pemilu yang begitu besar, KPU Kabupaten Pekalongan sudah menyampaikan kepada pemerintah daerah supaya dibuatkan dana cadangan atau saving anggaran disetiap tahun anggaran. Supaya tidak memberatkan APBD jika dianggarkan dalam satu tahun anggaran.

“kita juga mendorong Pemda untuk membuat Perda Dana Cadangan, supaya dana pemilihan tidak dalam satu anggaran. Hal itu juga sesuai dengan Permendagri No 54 tahun 2019,” terangnya.

Untuk tahapan pemilu 2024, secera keseluruhan akan dilaunching oleh KPU RI, namun saat ini masih dalam bentuk draft dan masih akan disinkronkan dengan Kemendagri.

Pada pemilu 2024 nanti, kata Abi, ada pemilu Presiden, DPD, Pemilihan Legislatif dari pusat hingga kota/kabupaten.

“pada pemilu 2024 berkaca pada pemilihan 2019 akan ada penyederhanaan surat suara. Dengan itu dharapkan kerja KPPS dalam merekap hasil pemungutan suara tidak berat atau sampai pagi seperti yang dulu. Salah satu penyederhaannya jika pada pemilu sebelumnya ada ima surat nanti akan dibuat satu atau dua surat suara saja,” terangnya.

  • Bagikan