Komplotan Ini, Nekat Curi Kain Dan Baju Untuk Persiapan Kebutuhan Lebaran

  • Bagikan

Apa yang ada di benak Ahmad Zumam Udin (35) dan kawan-kawan, demi mencukupi kebutuhan hidup dan mempersiapkan kebutuhan lebaran, mereka nekat mencuri kain dan baju koko di empat tempat berbeda di Kabupaten Pekalongan.

Residivis tiga kali pada kasus yang sama ini, belum juga jera untuk menyudahi aksinya.

“selain untuk memenuhi kebutuhan mendadak, juga untuk keperluan persiapan lebaran. Semua hasil curian kita jual sekitar 12 juta dan sudah kita bagi masing-masing dapat 3 juta,”

“barang kami jual biasanya ke Jogja karena pas pekerjaan saya sehari-hari adalah sopir travel barang,” katanya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pekalongan AKP Akhawan Nadhirin menuturkan, terungkapnya kasus pencurian bermula pada Selasa (13/4/2021) sekitar pukul 21.00 Wib, Tim Resmob Polres Pekalongan, telah melakukan penangkapan terhadap Ahmad Zumam Udin di depan Balaidesa Salakbrojo, Kedungwuni.

“selang satu hari, Tim Resmob Polres Pekalongan bersama Unit Reskrim Polsek Karangdadap telah melakukan penangkapan terhadap pelaku lainya yakni Eko Santo, Wawan Egi Febriyanto Als Wawan, (30) dan Tri Irwanto Als Ambon (34), di rumah yang beralamatkan di Desa Semampir Kecamatan Reban Kabupaten Batang,” katanya saat gelar perkara di Mapolres Pekalongan Senin (19/4/2021).

“Pada hari Jumat, Tim Resmob Polres Pekalongan telah melakukan penangkapan terhadap Amat Ibrahim Als Anwar (40) di Pasar Kembang Malioboro Yogyakarta,” tambahnya.

Pelaku sendiri berhasil diungkap setelah melakukan aksinya Di rumah Kastolani (40) yang beralamat di Desa Banjarsari Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan berkat adanya kamera CCTV, Senin (12/4/2021) sekitar pukul 05.30 Wib. Mereka masuk dengan cara mencongkel jendela dengan linggis. Korban menderita kerugian materiil kurang lebih Rp. 28.000.000.

“setelah diadakan pengembangan, ternyata para pelaku juga sebelumnya melancarkan aksinya di Desa Pagumenganmas dan Desa Logandeng Kecamatan Karangdadap serta di Desa Kwayangan Kecamatan Kedungwuni,” jelas AKP Akhwan.

Atas perbuatanya, para pelaku dengan Pasal 363 (2) KUHP tentang Tindak pidana pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana penjara maksimal 9 Tahun.

 

 

  • Bagikan