Keren, Kabupaten Pekalongan Miliki 30 Destinasi Wisata Unggulan

  • Whatsapp
Kementerian Pariwisata RI dengan difasilitasi anggota DPR RI Komisi X Bisri Romli mengadakan kegiatan  Gerakan BISA  (Bersih Indah Sehat dan Aman) yang digelar di Pantai Depok  Kecamatan Siwalan , Sabtu (25/07) pagi

KAJEN – Kementerian Pariwisata RI dengan difasilitasi anggota DPR RI Komisi X Bisri Romli mengadakan kegiatan  Gerakan BISA  (Bersih Indah Sehat dan Aman) yang digelar di Pantai Depok  Kecamatan Siwalan , Sabtu (25/07) pagi. Dalam kegiatan ini menteri  Pariwisata  dan Ekonomi Kreatif RI, Wishnutama datang langsung mengikuti kegiatan bersih-bersih panati didampingi Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si  serta  Bisri Romli (Anggota DPR RI Komisi X)

Dikatakan bupati  pihaknya  akan mereview perkembangan Pantai Depok sebagai  salah satu andalan pariwisata pemkab. Saat ini masih dipikirkan ada pengembangan baru untuk  pengembangan Pantai Depok. “Karena  ini potensi yang akan kita kembangkan dengan berbagai keunggulan kompetitif dan komperatif antara lain letaknya dekat dengan pantura, aksesnya mudah, pantainya bersih, juga lahannya luas,” paparnya.

Bacaan Lainnya

Secara  kuantitatif terjadi pelonjakan jumlah destinasi wisata di Kabupaten Pekalongan. Sampai saat ini ada 30 destinasi wisata. Yang milik pemerintah hanya 3 destinasi wisata , sisanya diinisiasi oleh masyarakat.  Dijelaskan bupati, pemerintah hanya mendorong dari 2 aspek, regulasi dan fasilitasi. “Semua berjalan, mendatangkan income, ini akan meningkatkan kesejahteraan sekaligus menambah penghasilan. Ini konsep pengelolaan pariwisata yang berbasis kemasyarakatan dan kita kembangkan secara masif di Kabupaten Pekalongan, karena kita memang punya potensi.,” ungkapnya

Kementerian Pariwisata RI dengan difasilitasi anggota DPR RI Komisi X Bisri Romli mengadakan kegiatan  Gerakan BISA  (Bersih Indah Sehat dan Aman) yang digelar di Pantai Depok  Kecamatan Siwalan , Sabtu (25/07) pagi

Di samping itu pemkab memberikan upoting   kepada  Kementerian Pariwisata  berkaitan dengan wisata belanja. Keunggulan Kabupaten Pekalongan adalah sentra batik terbesar di Indonesia, sehingga  perlu ada juga pengembangan terutama aspek pemasaran

Selanjutnya Bupati mengutarakan gagasan bahwa seluruh destinasi wisata yang ada di Indonesia ini dengan bekerjasama dengan Kemenpar mudah-mudahan bisa memprotek batik etnic yang secara kuantitatif bisa diproduksi di Kabupaten Pekalongan dengan  keungulannya.

“Pertama karena kita punya SDM dan SDA termasuk bahan bakunya. Ini merupakan suatu keunggulan yang perlu disinergikan seluruh pengelola destinasi wisata nasional, apalagi pada saat pandemi covid kita harus mempunyai ide, inovasi  baru  sekaligus memberi spirit agar kolaborasi antar daerah/wilayah menjadi  sebuah keharusan yang dibangun, dengan fasilitasi dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementrian Pariwisata,” lanjutnya.

Di samping itu secara spesifik di tingkat regional Jateng, bupati akan melakukan kerjasama dengan para kepala daerah untuk saling menukar informasi tentang pariwisata dan saling berkunjung . “Ini menjadi  kekuatan di tengah situasi covid ini kita harus melakukan 2 hal. Pertama pencegahannya, karena pertambahan jumlah kasus  covid Kabupaten Pekalongan  cukup tinggi, tapi kita juga harus ngegas berkaitan dengan ekonomi. Dengan kegiatan ekonomi ini kami akan berkomunikasi dengan daerah lain untuk memasarkan produk keunggulan Kabupaten Pekalongan, ada batik, sarung, jeans, daster,” paparnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Wishnutama mengungkapkan  kegiatan tersebut  adalah  program Kementerian  Parariwisata untuk para pelaku pariwisata ekonomi kreatif yang terdampak di masa pamdenmi.  KemenPar bersama seluruh  stakeholder yang terlibat terutama masyarakat ingin agar destinasi-destinasi pariwisata kembali bergeliat, tumbuh dan berkembang tetapi tetap dengan mempertahankan protokol kesehatan. “Jadi pariwisata yang merupakan salah satu sektor unggulan nasional bisa kembaki berkembang, berkontribusi kepada kesejahteraan masyarakat. Dari 30 persen anggaran dari Kementrian Pariwisata dialokasikan untuk penanganan covid baik masa covid naypun nanti pemulihannya, dan juga refocusing kegiatan,” paparnya. (Pekalonganberita,com)

Pos terkait