Jelang Idul Adha, Stok Pangan di Kota Pekalongan Aman

  • Bagikan

Kota Pekalongan – Pekalonganberita.com– Menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 2021 atau 1442 Hijriyah, Pemerintah Kota Pekalongan memastikan stok komoditi pangan dan bahan baku di Kota Pekalongan tercukupi. Untuk itu, Tim Pengawasan Barang Beredar melakukan pemantauan yang dimulai sejak 5-15 Juli 2021.

Tim yang terdiri dari Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM), Satpol PP, Polres Pekalongan Kota, Dinas Kesehatan, Bagian Protokol dan Kompim, Dinas Pertanian dan Pangan, Kesbangpol Kota Pekalongan menyasar pasar tradisional, penjual hewan kurban, pangkalan dan agen LPG, pedagang bakso dan mie, serta toko sembako/mini market.

“Kegiatan ini dilakukan dalam rangka persiapan Idul Adha selama enam hari yakni tanggal 5 hingga 15 Juli. Jadi, untuk hari ini kami mengecek ketersedian bahan baku mori dan LPG di pangkalan dan agen,”ungkap Kepala Bidang Perdagangan Dindagkop-UKM, Sri Haryati SSos MM saat ditemui di Gudang Kain Mori di Jalan Gatot Subroto, Rabu (14/7/2021)

Haryati menyampaikan bahwa hingga hari ini, untuk stok dan harga sembako masih stabil belum ada kenaikan signifikan. Meskipun, beberapa komoditi seperti cabai rawit dan minyak goreng turah harga masih fluktuatif (berubah-ubah).

“Kami juga melakukan pengawasan ke penjual mie dan bakso. Dari 10 pedagang yang kami pantau, ada satu pedagang yang kami temukan, mie dan bakso mengandung bahan tambahan formalin,”imbuhnya.

Sedangkan, ketersedian LPG tercukupi hingga Hari Raya Idul Adha 2021. Begitupula, harga sudah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni di pangkalan LPG sebesar Rp. 15.500 dan harga agen sebesar Rp. 14.250.

“Yang kami pantau, LPG di pangkalan, agen dan Gudang LPG. Memang untuk harga eceran kami tidak memantau. Sebab, harga jual pengecer berbeda-beda. Biasanya ada penambahan biaya lainnya,”katanya.

Di hari terakhir (15/7/2021) pengawasan barang beredar, pihaknya akan menyasar pedagang hewan kurban untuk memastikan daging dan hewan yang beredar di masyarakat dalam kondisi bagus dan layak dikonsumsi.

Terkait, dengan pemberlakukan PPKM Darurat di wilayah Jawa-Bali, Haryati menyebutkan bahwa sejak awal peneraparan PPKM Darurat yakni 3-20 Juli ketersedian pangan di Kota Pekalongan tercukupi.

“Alhamdulilah distribusinya lancar untuk sembako tidak ada kendala. Sehingga stok aman dan harga masih stabil,” pungkasnya.

 

  • Bagikan