Islam Perintahkan Untuk Mempelajari Ilmu Dan Teknologi

  • Bagikan
Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi Ssos.,M.Si Mengisi tausiyah selepas sholat dzuhur berjamaah di masjid Al Muhtarom Kajen pada Kamis (22/04).

KAJEN – Mengisi tausiyah selepas sholat dzuhur berjamaah di masjid Al Muhtarom Kajen pada Kamis (22/04), Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi Ssos.,M.Si berpesan untuk bijak dalam menyikapi pesatmya perkembangan kemajuan Teknologi Informasi (TI)

Dalam tausiahnya Anis menerangkan bahwa satu dekade terakhir ini kita berada dalam era perkembangan dan kemajuan Teknologi Informasi yang luar biasa cepatnya. Dari semua aspek sisi kehidupan manusia, yang dikenal istilah revolusi industri 4.0.

Karena begitu besarnya dampak dari perkembangan kemajuan teknologi informasi ini dimulai tahun 1769 ketika James Watt menemukan mesin uap pertama kalinya dan ini merupakan tonggak revolusi industri 1.0.

“ Tahun 2013 kita mengenal konsep perpaduan antara komputer dengan internet. Inilah titik penting revolusi industri yang berjalan 4.0 yang berkelanjutan. Sebetulnya kita sebagai Umat Islam, revolusi industri itu jauh dimulai sebelumnya.

Dan Alloh SWT dalam surat Al Alaq memerintahkan pentingnya kita mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi. Ayat ‘Iqra” (bacalah) diartikan bagaimana manusia wajib membaca fenomena dan realita alam dan manusia.” terangnya.

Ditambahkan, makna tersebut begitu penting sehingga surat itu diturunkan pertama. Dalam surat itu Alloh SWT memerintahkan umat Islam untuk mempelajari pengetahuan dan teknologi. Banyak ayat lain dalam Al Qur an yang semuanya intinya adalah perintah untuk mempelajari, mencermati meneliti sehingga menimbulkan teori-teori baru.

Selanjutnya Anis menjelaskan alasan mengapa umat Islam diperintahkan untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi. Yang pertama untuk membuat kita menyadari akan ke-ESA an dan kebesaran Alloh SWT.

Kedua, manusia diciptakan sebagai khalifah yang tugasnya membuat kemakmuran dan menegakkan keseimbangan alam. Dan manusia dalam menciptakan kemakmuran ini tentu banyak permasalahan atau hambatan.Maka manusia harus berpikir menciptakan pengetahuan dan teknologi untuk memudahkan hidup mereka agar hidup lebih efektif efisien.

“ Saat ini kita berada dalam teknologi informasi yang luar biasa cepat”terangnya.

Demikian juga kemajuan teknologi membawa kemudahan hidup. Contohnya Hand Phone (HP). HP bisa membawa kemudahan tapi juga bisa menjerumuskan kita. “Bahkan bisa mengurangi kualitas ibadah puasa,”ujarnya

Dalam konteks puasa, lanjut Anis, dengan kemajuan teknologi informasi kita bisa dengan mudah membuka konten-konten keagamaan serta kajian Islam. Kita juga bisa syiar Islam, tadarus Al Qur’an lewat HP. “Ini jika kita menggunakan akal sehat,” terangnya.

Namun sebaliknya jika ketika kita yang mengedepankan adalah nafsu , maka akan membawa mudharat. Sebagai contoh menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya ( hoax) , membuka konten negatif pornografi, SARA, ujaran kebencian.

“Tolong ini dihindari karena bisa mengurangi pahala ibadah dan bisa merusak iman dan takwa kita,” ajaknya.

Oleh karena itu Anis mengajak jamaah mengedepankan akal sehat dalam menyikapi kemajuan teknologi.

“Mari kita bijak bermedsos, bijak menyikapi kemajuan teknologi informasi yang saat ini sudah merambah di semua lini kehidupan manusia”,pungkasnya.

  • Bagikan