IPM Perempuan Lebih Rendah Dari Laki-Laki

  • Bagikan

PEKALONGAN – Hasil dari pem’bangunan yang sekarang dilakukan oleh pemerintah belum secara merata dirasakan oleh masyatakat utamanya dari segi gender. Untuk itu Pengarusutamaan Gender atau PUG selalu diupayakan agar hasil pembangunan dirasakan sama antara laki-laki dan perempuan.

Demikian, disampaikan oleh Asisten Deputi Kementerian Perempuan Dan Perlindungan Anak Bidang Kesetaraan Gender Dalam Politik Hukum Pertanahan dan Keamanan Endah Sri Rejeki pada acara Sosialisasi Program Pemberdayaan Perempuan dan Anak Di Jawa Tengah, yang dilakalsanakan di Hotel Horison, Senin (25/11).

Dalam acara tersebut turut hadir sebagai pemateri Profesor Hendrawan Supratikno Anggota DPR RI Komisi VI, Yakob Widodo staf khusus DPR RI dan Wakil Walikota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid.

Dan dihadiri oleh 200 orang yang terdiri dari Forum Perempuan Kepala Keluarga dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang dan Kabupaten Pemalang, omah sadar, organisasi wanita dan mahasiswa.

Endah menuturkan, berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia atau IPM antara laki-laki dan perempuan di Indonesia terpaut lumayan jauh, yakni IPM perempuan lebih rendah di banding laki-laki.

“untuk itu, perempuan masih harus diberdayakan, kita upayakan bidang-bidang pembangunan dasar seperti kesehatan dan infrastruktur dan kementerian teknis agar memperhatikan perempuan.

Seperti misal bidang kesehatan dimana angka kematian ibu masih tinggi dan kesehatan perempuan yang masih rendah dari laki-laki,” katanya.

Isu nasional untuk kesetaran gender lainnya, lanjut Endah, adalah stunting, dimana perempuan hamil kurang mendapat asupan gizi yang cukup.

“ini merupakan peran kultural, karena biasanya perempuan lebih mendahulukan suami dan anak dalam hal makanan dari pada dirinya. Selain itu juga isu Hiv Aids dimana banyak korbannya ibu rumah tangga,” terangnya.

Untuk itu, Kementerian Perempuan Dan Perlindungan Anak mengupayakan strategi pengarusutamaan gender dalam bidang pembangunan di sektor teknis dengan melihat kebutuhan dan aspirasi perempuan.

“tugas kita mendampingi kementerian dan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah agar pembangunan memperhatikan kebutuhan perempuan, selain itu akan mencari solisi terkait isu tematik pengarusutamaan gender, agar hasil pembangunan dapat dirasakan sama baik laki-laki maupun perempuan,” ujarnya.

Dirinya berharap, peran perempuan untuk berkontribusi kepada masyarakat dapat lebih besar lagi, diantaranya bisa masuk dalam politik atau bisa dengan cara yang lain.

“seperti tadi dukungan untuk menjadi kepala desa semoga bisa dibangkitkan dan ditindaklanjuti, sehingga perempuan akan mempunyai peran yang sama dalam pembangunan di negeri ini,” harapnya

Sementara itu, Profesor Hendrawan Supratikno Anggota DPR RI Dapil X dalam kesempatan tersebut menghimbau kepada perempuan untuk tidak membatasi dirinya sendiri, seperti tidak punya peluang berkarir atau profesi tertentu.

“pada acara ini ditunjukkan bahwa peluang perempuan untuk berkembang difasilitasi dan didukung oleh kementerian dan pemerintah, jadi tidak usah ragu untuk berpartisipasi dalam pembangunan di negeri ini,” tuturnya.

Ditambahkan Hendrawan, saat ini banyak jabatan strategis yang dipegang oleh perempuan diantarnya Ketua DPR RI, anggota BPK, Lima Menteri dari 34 Menteri Jokowi-Makruf adalah perempuan dan Presiden ke 5 Indonesia yakni Megawati juga dari perempuan.

“jumlah anggota DPR RI dari perempuan juga semakin bertambah, pada tahun 2004 sebanyak 61 orang, 2009 ada 101 orang, tahun 2014 turun menjadi 97 orang dan pada tahun 2019 naik lagi menjadi 118 perempuan,” paparnya.

  • Bagikan