Infrastruktur Kabupaten Pekalongan Terkendala Covid19

  • Whatsapp

KAJEN- Adanya pendemi Covid19 di wilayah Kota Santri, berimbas ke berbagai sektor seperti infrastruktur. Padahal pemerintah daerah telah menargetkan pekerjaan tersebut harusnya selesai pada tahun ini.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, sarana dasar ruas tuntas jalan terkendala covid19. Namun secara umum kondisinya baik sekitar 95 persen. Hal tersebut karena adanya efektivitas kinerja birokrasi yang semakin baik.
“Bahkan adanya kinerja birokrasi yang semakin baik ini, Pemkab Pekalongan berhasil menyabet Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada pemeriksaan keuangan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” katanya.
Dikatakannya, pemerintah daerah juga sudah berusaha melakukan pemenuhan infrastruktur ekonomi seperti pembangunan pasar. Bahkan telah menyelesaikan revitalisasi banyak pasar diantaranya di Kedungwuni, Bligo, Pekajangan, Doro, Sragi dan sebentar lagi di Wiradesa.


“Alhamdulillah indikator makro ekonomi bergerak ke arah lebih baik mulai dari angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, indeks angka pembangunan manusia semua tumbuh bagus dan pemenuhan fasilitas-fasilitas publik juga terpenuhi atau semakin lengkap, seperti kini ada delapan universitas. Hal tersebut tidak terlepas dari kinerja birokrasi yang baik sehingga memudahkan fasilitasi dan regulasi bergulirnya perguruan tinggi di Kota Santri,” ucapnya.
Dalam pengambilan kebijakan maupun realisasi kegiatan, pemerintah selalu berusaha mengukur dari outcomenya atau manfaat dan akibat kepada masyarakat. Sehingga tata kelola keuangan baik di samping secara normatif memang sudah WTP sebanyak 5 (lima) kali, yang penting adalah manfaat akselerasi dan dinamisasi pembangunan.
“Ini tidak lepas dari revormasi birokrasi yang dilakukan. Kalau dulu tata kelolannya masih menggunakan birokrasi klasik artinya birokrasi yang orientasinya kepada atasan atau melayani bosnya, tapi kini dengan perubahan secara stimulan dan serentak hasilnya cukup menggemberikan yakni kini birokrasinya berorientasi kepada pelayanan masyarakat,” ucapnya.
Dia menambahkan, meski pelayanan publik juga sudah baik tapi harus tetap dibenahi seperti layanan di puskesmas, rumah sakit dan kecamatan. Apalagi saat ini, kontrol masyarakat sekarang sangat ketat seiring berkembangnya media sosial.
“Sedikit saja pemerintah ceroboh melayani maka masyarakat akan ada kritikan karena kini kontrolnya langsung dari masyarakat,” tandasnya. (Pekalonganberita,com)

Pos terkait