Hoaks, 10 Pengawas Desa Reaktif Corona

  • Whatsapp
Hoaks, 10 Pengawas Desa Reaktif Corona

KAJEN- Hoaks kali ini menimpa Bawaslu Kabupaten Pekalongan, yang dikabarkan ada 10 pengawas desa reaktif corona.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan A Zulfahmi mengatakan, pasca diadakanya rapid tes yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Pekalongan di RSUD Kajen, Selasa (29/7) kemarin dari 365 personil bawaslu yang di rapid tes, didapati hanya 8 pengawas desa reaktif.

Bacaan Lainnya

“Hanya ada 8 (delapan) yang reaktif bukan 10 (sepuluh),” katanya.

Kedelapan panwas desa tersebut, kata dia, tersebar di tujuh kecamatan yakni Kecamatan, Karangdadap, Tirto, Wiradesa, Wonokerto, Karanganyar dan Kesesi.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Pekalongan Kordiv Organisaai dan SDM Nur Anis Kurlia mengatakan, setelah diketahui ada yang reaktif langsung diadakan tracking dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas masing-masing dan akan ditindaklanjuti dengan tes swab.

“Sesuai saran dari Dinkes, mereka akan melakukan isolasi mandiri, melakukan protokol kesehatan serta tidak keluar,” katanya.

Untuk tugas kepengawasan sendiri, kata Anis, masih tetap berjalan dan diambil alih oleh Pengawas Kecamatan di masing-masing tempat. “Saat ini masih berjalan pengawasan coklit, yang bersangkutan kita istirahatkan dulu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Intinya pengawasan tetap berlangsung,” paparnya.

Adanya hal itu, jelasnya, tidak mengganggu tahapan pengawasan yang sedang berjalan. “Mereka masih bisa mengikuti perkembangan pentahapan pengawasan sampai dinyatakan sehat, seperti mengikuti rapat daring pada hari ini,” tandasnya. (pekalonganberita,com)

Pos terkait