Hindun Ajak Wakil Rakyat Peduli Bencana Banjir  

  • Whatsapp

Berdasarkan UU No.27 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana, sebagai wakil rakyat Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Dra.Hj Hindun, MH., mengajak seluruh anggotanya untuk  memberikan perlindungan kepada masyarakat dan semangat gotong royong, kesetiakawanan, dan kedermawanan guna menangani permasalahan banjir di daerah pantura yang hampir seluruh wilayah di kecamatan yang ada di pantura terkena banjir pada saat ini.

‘’ Oleh karena itu marilah kita bersama-sama merumuskan regulasi bersamalam rangka penanganan penanggulangan bencana agar terencana, terpadu dan terkoordinasi serta menyeluruh,’’ jelasnya.

Bacaan Lainnya

Ia melanjutkan, selain persoalan banjir dan pandemic Covid-19 yang saat ini masih terjadi di Kabupaten Pekalongan, ada persoalan baru yang tengah di alami oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan. Dimana menurutnya persoalan tersebut adalah adanya kelangkaan gas elpiji 3 kg yang biasa digunakan oleh masyarakat. Dan tentu saja,ucapnya, persoalan kelangkaan gas elpiji ini harus segera diatasi bersama.

‘’ Ini pemerintah daerah harus memperhatikan persoalan itu sehingga permasalahan yang ada di masyarakat utamanya dalam kelangkaan gas pada akhir-akhir ini bisa diatasi dengan baik,’’ pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pekalongan Ir.Hj Arini Harimurti menyampaikan harapannya agar Anggota DPRD dapat meningkatkan kerjasama di antara pemerintah daerah dan lembaga DPRD, khususnya di dalam menyikapi pandemic Covid-19 dan juga banjir, yang mana menurutnya, banyak kegiatan-kegiatan khususnya dalam penganggaran yang harus  ditata ulang.

‘’ Sebagaimana kita ketahui bahwa Covid-19 masih belum selesai, oleh karena itu perlu penyikapan khusus dari kita semua,’’ ungkapnya.

Dan telah diketahui bersama, lanjut Arini, bahwa terdapat refocusing  pada sector kesehatan, dimana sector kesehatan ini ada refocusing untuk vaksinasi dan juga untuk insentif tenaga kesehatan yang sebelumnya menjadi beban pusat dan sekarang ini menjadi beban daerah. Ditambah lagi, menurut Arini, baru saja ada perubahan struktur APBD yaitu adanya pengurangan dana transfer  DAU yang mungkin sekitar 3 %, belum lagi memikirkan defisit tahun kemarin.

Pos terkait