Hendak Pulang Mancing, Kaget Melihat Mayat Mengapung Di Sungai Depok

  • Bagikan
Tim SAR Kabupaten Pekalongan mengevakuasi jenazah korban di Sungai, Jumat (2/4).

Warga Desa Sijeruk, Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan, Abdul S (45) sempat kaget, bagaimana tidak, saat akan pulang mancing dirinya melihat mayat dipinggir sungai dalam posisi tengkurap.

Kejadian tersebut terjadi pada Jum’at (2/4/2021) sekitar pukul 11.00 wib. Dirinya hendak pulang ke rumah sehabis memancing di sungai Depok Kecamatan Siwalan. Di tengah perjalanan melihat mayat di pinggir sungai yang sudah terdampar di pinggir dengan posisi tengkurap menggunakan singlet warna hitam posisi wajah tidak kelihatan.

Dirinya lalu memberitahu kepada warga lain yakni Yudhi P (24) warga Desa Pait Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan yang kebetulan sedang mancing di dekat kejadian penemuan mayat tersebut, setelah itu Yudhi menghubungi Taswono (40) yang tak lain adalah Kepala Desa Boyoteluk alamat Desa Boyoteluk Kecamatan Siwalan. Dan diteruskan ke Polsek Sragi untuk di lakukan evakuasi mayat.

Setelah diidentifikasi, jenazah tersebut adalah TJ Als Taryo (62) warga Dukuh Sirandu Desa Randumuktiwaren Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan yang sehari-hari bekerja sebagai petani.

Selanjutnya, jenazah di bawa ke RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan untuk di lakukan pemeriksaan. keluarga korban mengenali mayat dengan tanda pergelangan tangan bagian kanan korban mengalami cacat (bekas benjolan terkilir). Keluarga korban menerima dengan kejadian tersebut merupakan musibah dan tidak menghendaki di lakukan otopsi.

Awal Kejadian

Semula Korban keluar rumah pada Senin (29/3) pukul 09.00 wib berpamitan kepada istrinya untuk menemui saudaranya yang berada di belakang rumah. sekitar pukul 14.30 wib ada warga yang melihat korban berjalan kaki pada jalan pinggir sungai. Karena tidak kunjung pulang, maka istri korban mencari keberadaan korban dengan memberitahukan kepada tetangga, Selang beberapa jam kemudian sekira pukul 16.00 wib, ada warga lain yang menemukan sepasang sandal jepit milik korban dalam posisi berjejer tertata rapi di pinggir sungai.

Selanjutnya istri korban memberitahukan kepada kepala desa sehubungan hal tersebut. lalu kepala desa bersama warga berusaha mencari keberadaan korban ditepian sungai hingga jarak 300 meter, namun korban tak kunjug ditemukan yang akhirnya kepala desa melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bojong.

Kasubag Humas Polres Pekalongan AKP Akrom saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

 

 

  • Bagikan