Hadirkan Anggota DPRD Propinsi, Kesbangpol Gelar Pemantapan Ditengah Pandemi

  • Bagikan

KAJEN- Kesbangpol Jawa Tengah melaksanakan Pemantapan Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya dalam upaya Memperkuat Integrasi Daerah Tahun Anggaran 2021, Senin (29/3) di Gedung PPNI Kajen.

Hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus sebagai Nara sumber, Komisi B M Abu Hapsin Al Musthofa, Komisi E H Ahmad Ridwan,SE, Komisi B H Sofwan Sumadi, Komisi D A Agung Satria Hermawan serta Kepala Kesbang pol Haryanto Nugroho,S.STP.

Dalam sambutanya, Kepala Badan Kesbangpol Propinsi Jawa Tengah diwakili Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho,S.STP menuturkan, kegiatan itu dimaksudkan untuk memantapkan dan mengantisipasi Covid 19 dibutuhkan sinergitas antara daerah dan pusat, diantaranya, menciptakan situasi yang kondusif memelihara stabilitas ekonomi yang sehat, mengembangkan ekonomi kreatif, melakukan identifikasi dan analisis terhadap permasalahan terkait dengan ketahanan ekonomi.

“selain itu untuk meningkatkan kapasitas aparatur serta melakukan terobosan dalam dunia perdagangan dan memanfatkan teknologi,” terangnya.

Dijelaskannya, meskipun saat ini sebagian masyarakat sudah mengikuti vaksinasi, namun harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Saya juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai instansi untuk membangun Kabupaten Pekalongan yang lebih kondusif,” ujarnya.

Salah satu pemateri Agung Satria Hermawan, menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga 5 M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, menghindari salaman

“Kita harus bergotong royong membantu tetangga yang sakit (Covid19) agar imun terbangun dan meningkatkan kekebalan,” paparnya.

Hal senada dikatakan pemateri lainnya, H Ahmad Ridwan SE, yang menyebut tujuan kegiatan ini merupakan ngangsu kaweruh bersama untuk membangun komunikasi.

“Perbedaan yang ada justru dijadikan kekayaan budaya tetapi dengan kita beda kita tetep bersatu berdasarkan Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka tunggal Ika,” jelasnya.

Sementara pemateri lainya, H Sofwan Sumadi, memaparkan bahwa kondisi perekonomian di Jawa tengah terkait Pandemi Covid 19 masih perlu hati-hati.

“Sektor usaha telah mengalami penurunan sebesar 2,65%, diatas angka rata rata di Jawa Tengah. rencanannya kedepan guna mengantisipasi faktor penurunan akan diadakan pelatihan-pelatihan UKM dan sistem penjualan Online oleh dinas Diperindakop,” tambahnya.

  • Bagikan