Gelapkan Puluhan Mobil Siaga Desa, Oknum Pemilik Media Online Ditangkap

  • Bagikan

KAJEN- Seorang oknum pemilik media online terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian, pasalnya telah melakukan tindak pidana penipuan dan atau Penggelapan dengan menggelapkan puluhan mobil siaga desa.

Tersangka yang diamankan Heri Hermawan, (37), warga Desa Pegongsoran Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang.

Adapun korban yang sekaligus pelapor yakni Kepala Desa Mulyorejo Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan Sri Hidayah (37). Atas kejadian tersebut dirinya mengalami kerugian secara materiil Rp. 103.500.000.

Awalnya tersangka menawarkan mobil siaga kepada korban namun setelah dibayar, mobil siaga desa tersebut tidak dikirim dan uang yang telah dibayarkan digunakan untuk keperluan pribadi dan membuat PT.

Kasatreskrim Polres Pekalongan AKP Akhwan Nadhirin saat gelar perkara, Rabu (31/3) di Mapolres mengatakan, unit Reskrim dan Unit Intelkam Polsek Kesesi Polres Pekalongan telah berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka di Kampung Sawah Baru Ciputat Tanggerang Selatan, Selasa (23/3).

“setelah dilakukan pengembangan tersangka juga melakukan perbuatan yang sama di Kabupaten Brebes 4 TKP, Kabupaten Tegal 1 TKP, Kabupaten Pemalang 7 TKP, Kabupaten Kudus 1 TKP, Kabupaten Rembang 1 TKP,” katanya.

Barang bukti yang diamankan berupa 1 lembar Bukti Transfer Bank BPD Jateng Cabang Kajen Pekalongan dari Pemdes Mulyorejo ke PT. PENA ARTHA MULIA.
1 lembar Struk Bukti Transfer BCA sebesar Rp. 100.000.000 dari tersangka kepada PT BLESS Tuban. 1 lembar Struk Bukti Transfer BCA sebesar Rp. 1.000.000 dari tersangka kepada PT BLESS Tuban. 1 lembar Kwitansi pelunasan pembayaran mobil Wulling Convero sebesar Rp. 36.800.000 dari korban kepada PT BLESS Tuban, serta
1 lembar Slip Setor Tunai Bank BPD dari (K) senilai Rp. 66.700.000 ke Rek Pemdes Desa Mulyorejo sebagai SILPA.

“Atas kejadian tersebut, tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 4 Tahun,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut penuturan tersangka, uang hasil penggelapan tersebut digunakan untuk membuat PT dan digunakan untuk keperluan pribadi. (pekalonganberita.com)

  • Bagikan