Empat Kecamatan Dilanda Banjir

  • Whatsapp

KAJEN – Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, hujan deras yang mengguyur Kota Santri akhir-akhir ini, membuat 4 (empat) kecamatan dilanda banjir.
“Ada sebanyak 6.619 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Senin (18/1),” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Rahardjo saat dihubungi, Rabu (20/1).
“Dari hasil assement yang dilakukan oleh tim BPBD, banjir berdampak pada empat kecamatan, antara lain Kecamatan Tirto, Kecamatan Sragi, Kecamatan Siwalan, dan Kecamatan Kedungwuni,” kata Budi.
Kemudian, untuk ketinggian banjir sendiri berkisar antara 5 cm hingga 80 cm. Adapun kerugian materil, Budi menuturkan tercatat kurang lebih 2.075 unit rumah warga terendam dengan rincian 717 unit rumah di Kecamatan Tirto, 495 rumah di Kecamatan Sragi, 894 unit rumah di Kecamatan Siwalan, dan 5 rumah di Kecamatan Kedungwuni.
“Karakteristik banjir di Kabupaten Pekalongan itu karena luapan sungai.
Selain itu juga, tipe wilayah yang terdampak seperti cekungan. Jadi, banjir di beberapa desa surutnya lambat. Kebutuhan mendesak bagi warga yang terdampak saat ini adalah logistik dan kebutuhan pangan,” imbuhnya.
Budi menjelaskan, kondisi saat ini di lokasi banjir mulai berangsur surut.
“Pagi ini sudah mulai surut, namun untuk yang di pemukiman agak lambat karena kondisinya wilayah. Jadi surutnya menunggu sungai surut dulu,” tambahnya.
Pihaknya menambahkan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Provinsi Jawa Tengah.khususnya Kabupaten Pekalongan, berpotensi mengalami hujan ringan sampai sedang hingga tiga hari kedepan.
“Kami menghimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga menghadapi musim hujan yang akan terjadi sejumlah wilayah hingga akhir Februari 2021,” tambahnya. (Pekalonganberita,com)

 

Pos terkait