Empat Kecamatan Di Kabupaten Pekalongan Ini, Angka Stuntingnya Tinggi

  • Bagikan

Di Kabupaten Pekalongan sendiri pada tahun 2020 kemarin, tercatat ada balita yang masuk dalam kategori stunting yakni sebanyak 1.631 balita dari jumlah balita yang ditimbang sebanyak 10.316 anak atau 15,81 persen.

Namun, hasil itu lebih baik dari tahun 2019, yang tercatat sebanyak 21,43 persen balita menderita stunting.

Pejabat Sekda Kabupaten Pekalongan bambang Irianto mengatakan, pemkab akan berusaha menurunkan angka stunting pada tahun 2021 ini.

“tahun ini akan kita keroyok bersama, dari lintas sektor, semua pemangku kepentingan, organisasi sosial, organisasi masyarakat, termasuk kader-kader tingkat desa,” tuturnya usai kegiatan Rembug

Stunting Tingkat Kabupaten Pekalongan tahun 2021 yang diselenggarakan di Aula Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (20/4/2021).

Dari 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan, tambahnya, ada empat kecamatan yang tertinggi angka stuntingnya.

“empat kecamatan tersebut adalah Kecamatan Buaran, Karangdadap, Kajen dan Wonopringgo,” terangnya.

Dijelaskannya, dari hasil identifikasi, penyebab stunting tersebut banyak macamnya. Sehingga tidak bisa ditangani secara parsial.

“misal dari segi kesehatannya, harus ada penanganan dari mulai ibu hamil, melahirkan sampai usia balita,” ujar Bambang.

“adapun pemicunya bisa gizi buruk, dan juga faktor yang menyangkut sanitasi, termasuk air bersih.

Sehingga perlu diidentifikasi secara keseluruhan sehingga bisa ditangani,” lanjutnya.

Selain itu, budaya ‘ngapik’i’ setelah ibu melahirkan harus dihilangkan karena itu hanya berdasarkan tradisi, namun secara kesehatan kurang baik bagi ibu maupun bayi.

“tradisi ini akan kita hilangkan, baik melalui bidan desa dan kader desa,” pungkasnya.

 

  • Bagikan