Dukung PTM, Ribuan Siswa SMA/SMK Jalani Vaksinasi

  • Bagikan
vaksinasi siswa kabupaten Pekalongan
Guna mendukung dan mensupport kegiatan dalam bidang pendidikan utamanya pemberlakukan kembali pembelajaran di dalam kelas, Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Satgas Covid 19, TNI/Polri, Dinas Kesehatan dan beberapa unsur terkait menggalakan vaksinasi bagi siswa.

Kajen, Pekalonganberita.com – Guna mendukung dan mensupport kegiatan dalam bidang pendidikan utamanya pemberlakukan kembali pembelajaran di dalam kelas, Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Satgas Covid 19, TNI/Polri, Dinas Kesehatan dan beberapa unsur terkait menggalakan vaksinasi bagi siswa.

Vaksinasi diberikan kepada siswa SMA/SMK sederajat diantaranya di SMA Kedungwuni dengan target 1073 siswa, SMK Kedungwuni, SMA Kajen, SMA/SMK Sragi, pada Sabtu (4/9/2021).

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho menuturkan, percepatan vaksinasi ini dilakukan khususnya bagi siswa untuk mendukung pembelajaran di dalam kelas.

“alhamdulillah semua bergerak untuk mensuport kegiatan ini, agar kegiaatn yang ditunggu-tunggu dalam bidang pendidikan, yakni pembelajaran tatap muka di kelas dapat segera dilaksanakan,” terannya.

Meski vaksinasi sudah dijalankan, lanjutnya, sekolah juga tetap tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan yang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari.

“semoga pembelajaran dapat berjalan dengan aman dan lancar. Sebelumnya kita juga sudah mevaksin guru dan tenaga kependidikan, yang rata-rata sudah diatas 90 persen, bahkan banyak sekolah yang sudah 100 persen untuk program vaksinasi tenaga kependidikan,” ujarnya.

Selain, melakukan vaksinasi, pada kegiatan tersebt juga dilaksanakan random swab test atau tes swab acak untuk para siswa.

“sambil kita vaksin, kita laksanakan swab test tersmasuk untuk mengejar 3 T yakni tracing, tracking dan testing. Untuk itu testing juga kila lakukan disini,” paparnya.

Salah satu siswa SMAN 1 Kedungwuni Okina Aisha Justicia Akbar menuturkan, dirinya pertama kali menjalani vaksinasi. Meski awalnya takut namun demi kesehatan dan berjalanya pembelajaran tatap muka dirinya memberanikan diri.

“dengan pembelajaran tatap muka lebih menyenangkan/ selain lebih paham juga bisa bertemu dengan teman-teman disekolah,” katanya.

  • Bagikan