Dua Tahun Menjabat, 4 Permasalahan Utara Terus Dituntaskan

Kota Pekalongan – Dua tahun sudah  Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid dan Wakil Walikota Pekalongan, Salahudin resmi menjabat dan memimpin Kota Pekalongan. Aaf-Salahudin terus berupaya menuntaskan permasalahan yang ada di Kota Batik tersebut.

 

Bacaan Lainnya

Walikota Aaf menyebutkan, ada 4 permasalahan utama di Kota Pekalongan yang menjadi target dan fokus untuk diselesaikan dan terus dilakukan yakni penanganan banjir dan rob, pencemaran sungai dan limbah, permasalahan sampah, dan pembangunan Pasar Banjarsari.

 

Dijelaskan Aaf, untuk penanganan banjir dan rob secara signifikan Pekalongan telah mendapatkan anggaran dari Kementerian PUPR melalui BBWS sebesar Rp 1,24 Triliun.

 

“Anggaran tersebut, ternyata hanya cukup untuk menangani banjir rob melalui Sungai Loji dan Banger. Sehingga, masih dibutuhkan anggaran lagi sekitar Rp 800 miliar untuk menangani banjir melalui Sungai Bremi dan Meduri,”ucapnya saat paparan dalam kegiatan Refleksi Dua Tahun Kepemimpinan di Ballrom Hotel Nirwana Kota Pekalongan, Sabtu siang (25/2/2023).

 

Lanjut Aaf menerangkan, adapun masalah kedua yakni pencemaran sungai dan limbah. Dimana, Pemkot Pekalongan terus berkoordinasi dengan daerah tetangga untuk sama-sama menuntaskannya. Sementara masalah selanjutnya, terkait penanganan sampah, Aaf menekankan perlu adanya pengurangan sampah bukan perluasan TPA, sehingga melalui DLH mulai diterapkan berbagai metode untuk pengurangan sampah, salah satunya dengan program OOPS Mami. Kemudian, untuk masalah terakhir yakni yang paling diimpikan masyarakat Kota Pekalonga adalah pembangunan kembali Pasar Banjarsari.

 

” Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya anggaran Rp 163 miliar telah disetujui Kementerian PUPR dan proses pembangunannya InshaAllah bisa dimulai tahun 2023 ini,” pungkasnya.

Dua Tahun Menjabat, 4 Permasalahan Utara Terus Dituntaskan

Kota Pekalongan – Dua tahun sudah Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid dan Wakil Walikota Pekalongan, Salahudin resmi menjabat dan memimpin Kota Pekalongan. Aaf-Salahudin terus berupaya menuntaskan permasalahan yang ada di Kota Batik tersebut.

Walikota Aaf menyebutkan, ada 4 permasalahan utama di Kota Pekalongan yang menjadi target dan fokus untuk diselesaikan dan terus dilakukan yakni penanganan banjir dan rob, pencemaran sungai dan limbah, permasalahan sampah, dan pembangunan Pasar Banjarsari.

Dijelaskan Aaf, untuk penanganan banjir dan rob secara signifikan Pekalongan telah mendapatkan anggaran dari Kementerian PUPR melalui BBWS sebesar Rp 1,24 Triliun.

“Anggaran tersebut, ternyata hanya cukup untuk menangani banjir rob melalui Sungai Loji dan Banger. Sehingga, masih dibutuhkan anggaran lagi sekitar Rp 800 miliar untuk menangani banjir melalui Sungai Bremi dan Meduri,”ucapnya saat paparan dalam kegiatan Refleksi Dua Tahun Kepemimpinan di Ballrom Hotel Nirwana Kota Pekalongan, Sabtu siang (25/2/2023).

Lanjut Aaf menerangkan, adapun masalah kedua yakni pencemaran sungai dan limbah. Dimana, Pemkot Pekalongan terus berkoordinasi dengan daerah tetangga untuk sama-sama menuntaskannya. Sementara masalah selanjutnya, terkait penanganan sampah, Aaf menekankan perlu adanya pengurangan sampah bukan perluasan TPA, sehingga melalui DLH mulai diterapkan berbagai metode untuk pengurangan sampah, salah satunya dengan program OOPS Mami. Kemudian, untuk masalah terakhir yakni yang paling diimpikan masyarakat Kota Pekalonga adalah pembangunan kembali Pasar Banjarsari.

” Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya anggaran Rp 163 miliar telah disetujui Kementerian PUPR dan proses pembangunannya InshaAllah bisa dimulai tahun 2023 ini,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *