Direvitalisasi, Destinasi Wisata Pantai Slamaran Dibangun Lima Gazebo

Kota Pekalongan terus berbenah dalam meningkatkan daya tarik wisata yang ada di Kota Batik tersebut. Dalam rangka mengembangkan daya tarik wisata, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dinparbudpora) setempat melakukan sejumlah revitalisasi wisata untuk menjaring lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Kota Pekalongan.

Kepala Dinpabudpora Kota Pekalongan,Sutarno,SH,MM menjelaskan bahwa sejumlah obyek pariwisata yang dikelola oleh Pemerintah Kota Pekalongan,mayoritas berada di tepi pantai yang rawan rob dan tingkat korosinya tinggi. Di satu sisi, beberapa tahun sebelumnya belum ada perbaikan. Sehingga, untuk menggeliatkan kembali sektor pariwisata di Kota Pekalongan tersebut,pihaknya menegaskan tetap mengupayakan revitalisasi pariwisata dengan melakukan perbaikan-perbaikan sarana dan prasarana pendukung didalamnya secara bertahap,seperti perbaikan revitalisasi pariwisata di Pantai Slamaran.

“Mulai tahun 2019 silam,sektor pariwisata mulai kami benahi secara bertahap,meski dengan keterbatasan anggaran yang ada. Dengan harapan,pariwisata ini nantinya akan menjadi daya tarik wisata agar masyarakat luar daerah berkunjung ke Kota Pekalongan, tidak hanya untuk berbelanja batik dan sekedar kota lewatan saja,” tegasnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (18/3/2021).

Dijelaskan Sutarno, perbaikan sarana dan prasana pendukung di Obyek Wisata Pantai Slamaran diantaranya dibangunnya 5 buah gazebo, ruang pelayanan TIC (Tourist Information Center), jogging track,MCK, dan lain sebagainya. Di tahun 2021 ini pun,lanjutnya, akan dilanjutkan peninggian jalan dan pengaspalan jalan yang berada di pintu masuk Pantai Slamaran.

“Selain di Pantai Slamaran,kami di tahun ini juga ada kegiatan revitalisasi pariwisata di Pusat Informasi Mangrove (PIM) Pekalongan untuk peninggian akses jalan masuk dari gerbang masuk obyek wisata ke area jogging track. Kemudian,untuk pelaksanaan kegiatan tahun kemarin sudah terbangun warung-warung kuliner dan souver, pintu loket dan gerbang pintu masuk juga sudah selesai. Sementara untuk pedagang-pedagang disana nantinya sistem sewa. Kami berharap, meskipun masih di masa pandemi namun dunia pariwisata harus tetap bangkit dan semangat untuk beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,”tandasnya.