Delapan Rumah Rusak, Empat Lainnya Terancam Rusak

– Abrasi Di Dukuh Simonet

KAJEN- Sedikitnya delapan rumah warga di Dukuh Simonet Desa Semut Kecamatan Wonokerto rusak diterjang abrasi pantai yang terjadi di wilayah tersebut. Sedang empat lainya terancam rusak karena berada tidak jauh dari bibir pantai.
Delapan rumah yang rusak tersebut kini ditinggalkan oleh penghuninya. Mereka memilih untuk mengungsi dengan mengontrak atau ikut sanak keluarga yang lain.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Semut, Rasjoyo mengatakan, situasi terparah abrasi terjadi pada Bulan Juni 2020, sebelumnya jarak pemukiman ke bibir pantai sejauh 500an meter, namun saat ini bibir pantai berada tepat dirumah warga. “delapan rumah rusak saat ini ditinggalkan penghuninya akibat terjangan gelombang tinggi dan angin kencang yang sampai masuk ke dalam rumah mereka. Tidak bisa dibayangkan, saat gelombang tinggi warga mencari tempat yang aman,” katanya.
Dari sebanyak 70 KK yang ada, lanjutnya, 60 masih memilih bertahan. Abrasi dan air pasang tidak hanya merusak rumah warga, namun juga tanaman melati yang dibudidayakan warga serta tambak tidak lagi berfungsi. “total lahan Dukuh Simonet ada 15 hektar, saat ini dari 256 jiwa yang tercatat di Dukuh ini meminta untuk secepatnya direlokasi, karena tempatnya saat ini sudah tidak nyaman lagi untuk ditinggali,” jelas pria yang juga menjadi BPD Desa Semut.
Sementara itu, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Czi Hamonangan Lumban Toruan mengatakan bahwa Dukuh Simonet sudah tidak layak lagi untuk ditempati dan kedepan pemerintah Kabupaten Pekalongan sudah merencanakan untuk melaksanakan relokasi ke daerah yang lebih aman dari banjir.
“Pemda sudah menyiapkan lahan seluas 1 hektar yang berada di Desa Semut untuk dibangun perumahan sebanyak 73 KK, kita TNI siap mendukung dan mensukseskan dalam pelaksanaannya.”, kata Dandim saat memberikan bantuak sembako di Dukuh Simonet, Selasa (26/1). (Pekalonganberita,com)